Tampilkan postingan dengan label sejarah islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah islam. Tampilkan semua postingan

Catatan Inspirasi Kajian Tokoh Peradaban Islam – Sirah Community Indonesia oleh Ustadz Asep Sobari]

Abu Ja’far Ath Thabari tak sekadar menjadi rujukan utama dalam ilmu saja, namun jua menjadi rujukan utama dalam akhlaq. Begitulah Al Khatib Al Baghdadi memberi testimoninya tentang Sang Mufassir.

Ayahnya, Jarir bin Yazid bin Katsir, ialah seorang ulama dan ahli sejarah. Sehingga peran ayahnya tak sekadar membesarkan saja namun jua menjadi guru pertama bagi Ibn Jarir. Ath Thabari kecil berhasil menghapal al Qur’an di usia 7 tahun dan menjadi imam di Masjid ketika usia 8 tahun. Ia-pun mulai belajar hadits (sanad dan menghapalnya) di usia 9 tahun. Saat itu, usia 9 tahun belum masuk syarat belajar hadits, namun karena Ath Thabari sudah mencapai syarat-syarat mempelajari ilmu hadits ia diperkenankan mengikutinya. Syarat ini penting, bukan hanya sekadar keilmuan yang menyokongnya telah Ath Thabari kuasai, namun jua adabnya pada ilmu dan guru telah diresapi Ath Thabari.

Lahir di Thabaristan dan wafat di Baghdad, menunjukkan Ath Thabari terbiasa melakukan rihlah ilmu.

Imam Dzahabi mengatakan; Ath Thabari mulai mencari ilmu ke luar sejak tahun 240 H. Saat itu usianya 16 tahun dan wafat di usia 86 tahun. Artinya selama 70 tahun ia berkeliling mencari ilmu dan mengajarkannya.

Keluasan dan gairahnya menuntut ilmu menghantarkan Ath Thabari berdebat dengan murid-murid dari Imam Syafi’i. Tentu, debatnya bukanlah bertujuan mencari eksistensi diri atau menunjukkan diri yang paling hebat.

Pernah dalam forum umum, Ath Thabari memenangkan debat dengan murid Imam Syafi’i di Mesir. Namun yang memahami bahwa Imam Ath Thabari yang menang debat hanya para ulama, sedang orang awam berpikir Ath Thabari kalah, karena diakhir perdebatannya Imam Ath Thabari tetap memuji lawannya, “Anda hebat”. Mengapa terdapat perbedaan persepsi antara ulama dan orang awam tentang siapa yang menang dalam debat tersebut? Ustadz Asep menjelaskan, “Tidak ada yang bisa mengetahui keunggulan seseorang kecuali orang yang unggul juga.”

Meski Ath Thabari menang dalam debat, ia tetap menjaga adab dan akhlaknya dalam perdebatan. Memuji lawannya dengan lapang di khalayak umum, tak membuat ia merasa rugi. Jika pujian mampu ia lontarkan itu artinya selama berdebatpun ia menggunakan bahasa yang halus.

Ath Thabari pernah jua berdebat dengan Imam Daud azh-Zhahiri. Di forum perdebatan, Az Zhahiri bungkam tak mampu menjawab pertanyaan Imam Thabari. Namun ternyata pengikut Az Zhahiri marah, melontarkan kata kasar dan menunjuk-nunjuk Imam Thabari. Luar biasanya beliau diam saja, meskipun mampu membalas namun ia tak lakukan. Bahkan sekalipun mampu mengerahkan pengikutnya, Imam Ath Thabari tak lakukan itu. Sikapnya menunjukkan kemurnian niat berdebatnya.

Dengan keberkahan ilmu yang ia miliki, ia beri keteladanan bagi kita hingga kini bahwa kebenaran disampaikan harus tetap berbalutkan adab dan akhlak yang mulia, sebagai pantulan dari betapa mulianya ilmu dan guru yang telah menyampaikannya pada kita. Sikap memilih diam dan memberi pujian pada lawannya saat berdebat menunjukkan bahwa menjaga persatuan dan persaudaraan lebih penting dari memuaskan gejolak pribadi.

Begitulah Ath Thabari, debatnya ditujukan untuk meninggikan agama Allah mencari kebenaran, tanpa sangka namun dengan kepastian data.

Wajarlah jika Tajuddin as Subki memujinya sebagai mujtahid muthlaq. Salah satu imam paling terkemuka di dunia ini baik ilmu maupun amalannya.

– Zaili Fitria



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Dengan berbagai penyesalannya terlambat mengakui Islam sebagai agama rahmah, Hakim bin Hizam keponakan dari istri tercinta Rasulullah Saw, Khadijah, yang jua sekaligus kawan karib Rasul Saw, berusaha sekuat upayanya mengejar “ketertinggalan”.

Telah berlalu 21 tahun dakwah Rasul Saw bergema, namun Hakim belum tergerak. Meskipun jiwanya mudah menerima kebaikan, penuh derma, tak memusuhi dakwah Rasul Saw, bahkan pernah membantu Rasulu Saw, namun ia lama sekali tergerak menerima Islam.

Ia yg pernah menghadiahkan Zaid bin Haritsah pada bibinya, Khadijah, dianggap akan lebih mudah menerima Islam. Namun begitulah hidayah. Rasul Saw pun selalu optimis bahwa kelak Hakim akan menerima Islam. Maka pada perang Badar saat Hakim berada di posisi musuh, Rasul melarang Hakim untuk dibunuh.

Pada Fath Makkah, harapan Rasul Saw terwujud. Hakim penuh sesal, mengapa sampai 21 tahun lamanya ia menolak Islam. Ia pun mengejar ketertinggalannya dengan membeli Darrun Nadwah, tempat para pembesar Quraisy untuk rapat menetapkan kebijakan-kebijakan kotanya (MPR/DPR). Tempat ini jualah yg pernah dijadikan sebagai tempat merancang pembunuhan pada Rasul Saw.

Maka setelah Hakim membeli Darunn Nadwah, ia sumbangkan tempat tersebut pada Baitul Maal. Ia kejar ketertinggalannya melalui harta, karena ia pedagang yang sukes. Telah berlalu usianya setengah abad dalam kondisi jahiliyah, namun ghirahnya mengejar ketertinggalan amal melewati keterbatasan usianya. Semoga Allah Swt meridhoinya, radhiallahuanhu.

– Zaili Fitria

[Catatan Inspirasi Kajian Sirah Community oleh Ustadz Asep Sobari, Lc]



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sabtu, 03 Desember 2016, Sirah Community Indonesia mengadakan kegiatan daurah ekonomi dengan tema “Strategi Rasulullah SAW Dalam Membangun Ekonomi”.

Acara yang bertempat di Universitas Al Azhar Indonesia ini disambut dengan antusias oleh berbagai kalangan baik pengusaha, dokter, guru, pegawai, mahasiswa sampai masyarakat umum.

Dalam pembukaan acara tersebut, Ustadz Asep Sobari, Lc., pendiri SCI, memulai uraiannya dengan menganalisis tantangan ekonomi yang dialami kaum Muslimin setelah hijrah. Tantangan itu berupa pertambahan jumlah penduduk yang drastis, sektor ekonomi Madinah yang masih dikuasai Yahudi, sampai masalah menipisnya cadangan bahan pangan karena berkurangnya suplai barang dari luar sebagai akibat konflik antara Madinah dan Makkah. Sebagai dampak sulitnya kehidupan ekonomi pada saat itu, porsi makanan untuk satu orang dimakan oleh dua sampai tiga orang.

Lalu apa solusi Rasulullah untuk mengatasi masalah ini? Menurut alumni Universitas Islam Madinah ini, solusi penanganannya sesuai dengan potensi ekonomi yang dimiliki kaum Muslim di Madinah. Dari potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Anshar berupa kebun dan pasar meskipun kurang memadai, tetapi karena adanya manajemen yang hebat dari Rosulullah dalam memanfaatkan SDA tersebut dengan mensinergikan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM), yakni Muhajirin yang ahli dalam berdagang dan Anshar yang ahli dalam bercocok tanam.

Letak geografis Madinah yang sangat potensial sebagai jalur transit perdagangan antara selatan dan utara Jazirah Arab juga menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan ekonomi Islam saat itu. Tidak butuh waktu lama. Hanya dalam rentang waktu delapan tahun saja, pasar Madinah berkembang menjadi pasar termaju di Jazirah Arab.

Menariknya, penerjemah buku Hakadza Zhahara Jiil ash-Shalahuddin karya Majid Irsan Kailani ini juga memaparkan strategi Rasulullah memenuhi suplai barang kebutuhan masyarakat Madinah. Beliau SAW melakukan kontrak politik dengan kabilah-kabilah Arab di sekitar Madinah yang meskipun secara aqidah mereka bertentangan, namun dapat memberi dampak positif pada kehidupan ekonomi umat.

Strategi lain yang diterapkan Rasulullah dalam memenuhi suplai kebutuhan pangan ialah melalui pemanfaatan sumber daya alam dengan memperluas lahan produktif. Lahan-lahan yang mati diolah agar menjadi subur. Selain itu, beliau juga membangun pasar baru sebagai role model pasar ideal berdasarkan syariat Islam. Pasar Islam inilah yang di kemudian hari bersaing dengan pasar terbesar di Madinah milik Yahudi Qainuqa’ yang sebelumnya menjadi pusat perdagangan terbesar.

Pengurus MIUMI ini juga mengatakan bahwa kala itu Rasulullah tidak memerintahkan para sahabatnya untuk memboikot pasar Yahudi, terlebih untuk menutup pasar tersebut meskipun beliau memimpin Madinah. Rasulullah mencontohkan persaingan yang sehat dengan menerapkan syariat Islam dalam sistem pengelolaan pasar. Sehingga tidak sampai tahun kedua setelah hijrah, pasar Islam Madinah mampu mengalahkan pasar Yahudi Qainuqa’ yang penuh kezhaliman. Bukan hanya pedagang lokal, pedagang asing juga tertarik bertransaksi di pasar Islam.

Dalam kesempatan itu, peneliti INSISTS ini menjelaskan cara pandang yang benar terhadap harta, kekayaan, dan kerja bagi seorang Muslim. Bahwa tak ada syarat menerima rizki Allah harus sesuai dengan lulusan bidang pendidikan, atau strata sosial tertentu. Dalam pandangan Islam, jika seorang Muslim menganggur maka itu ialah aib dan dosa besar. Banyak ayat al-Quran dan hadits Rasulullah yang memerintahkan seorang Muslim untuk aktif bekerja.

Saat berikhtiar dan bekerja pun seorang Muslim tidak hanya bersama kepada skill belaka. Ia memiliki perasaan tawakkal dan qona’ah. Hal inilah yang membawa ketenangan hati ketika berikhtiar. Ia tak pernah takut rizkinya direbut orang, karena yakin bahwa rizki yang telah ditakdirkan menjadi miliknya tidak akan bertukar. Begitu juga sebaliknya.

Oleh sebab itu, hal yang pertama yang Rasulullah lakukan di Madinah sebelum yang lain ialah memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena Rasulullah ingin membangun standar umum masyarakat Muslim, yaitu masyarakat yang produktif, benar-benar bekerja dan kemudian kebutuhan dasarnya terpenuhi. Oleh karena itu tak ada alasan untuk tidak berprestasi dan tidak berkerja.

Di akhir penjelasannya, pengajar Madrasah Sirah Nabawiyah ini juga sempat menyinggung gerakan wakaf merupakan kekuatan terbesar dalam membangun ekonomi di Madinah dibanding dari hasil ghanimah maupun zakat.

Oleh: Zaili Fitria
Editor: Abu Abdail Bari



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sepanjang sejarah kota tua Fes yang telah melewati 1250 tahun, hanya sedikit raja dan penguasa dari enam dinasti Maroko yang namanya dikenal sebesar dan seharum Fathimah binti Muhammad al-Fihri.

Wanita ‘biasa’ penduduk kawasan pemukiman imigran al-Qayrwan inilah pendiri masjid yang paling terkenal di Fes, yaitu Jami’ al-Qarawiyin. Sejarah pun kemudian mencatat seakan tiada Fes tanpa Jami’ al-Qarawiyin.

Fathimah al-Fihri mulai membangun, atau tepatnya mengembangkan Masjid ini pada bulan Ramadhan tahun 245 H / 856 M dengan menggunakan uang pribadinya. Setelah ditinggal ayah dan suami, Fathimah bertekad menghabiskan kekayaan yang ia warisi dari mereka untuk membuat sebuah karya besar yang mengabadikan kesalehannya.

Fathimah membeli lahan dan kebun di sekitar Masjid. Lalu, untuk menghindari syubhat sekecil apapun, ia meminta semua bahan bangunan diambil dari lahan yang dibelinya. Fathimah pun menguatkan tekadnya untuk terus berpuasa sejak pembangunan dimulai hingga selesai tahun 263 H, atau selama 18 tahun!

Perhatian Fathimah al-Fihri tidak hanya berhenti pada tahap pembangunan. Wanita mulia ini juga mewakafkan kebun dan pertokoan agar hasilnya digunakan untuk menunjang operasional Masjid al-Qarawiyin. Kebutuhan air, karpet, lampu, dan tentu saja pendidikan yang berjalan dipenuhi dari hasil wakaf tersebut.

Tujuan mulia, tekad baja, dan pengorbanan tanpa batas inilah yang nampaknya kelak kemudian menjadi “Sunnah” banyak orang, termasuk para penguasa Fes untuk terus merawat dan mengembangkan Masjid al-Qarawiyin. Ibn Khaldun, Sejarawan besar abad 8H, menyebut karya Fathimah al-Fihri ini menjadi inspirasi para penguasa: “Fa-ka-annama nabbahat ‘aza’im al-muluk ba’daha” (Dia seakan membangkitkan semangat para penguasa di masa berikutnya untuk meniru melahirkan karya-karya besar).

Fathimah al-Fihri wafat tahun 265 H, atau hanya dua tahun setelah karya agungnya selesai.

Dia mungkin tidak pernah menduga bahwa dari ketulusan dan kerendahan hatinya itu akan lahir sebuah universitas tertua dan diakui sebagai yang pertama di dunia.

Dia tidak pernah menduga kalau dari buah tangannya itu muncul pembawa lentera peradaban yang mencerahkan semesta.

Di Jami’ al-Qarawiyin, Ibn al-Banna belajar lalu mengajar sebagai sarjana dan matematikawan kelas dunia.

Di sanalah al-Faqih Abu ‘Imran menyampaikan pelajaran-pelajaran berharga yang menginspirasi kelahiran Dinasti Murabithin (Moravid) yang berjasa menyelamatkan Andalus dari keruntuhan dini pada abad 5H.

Di sana pula Ibn Khaldun (sejarawan), Ibn Bajjah (filosof), Ibn al-Arabi (Qadhi Sevilla), Ibn al-Khathib (sastrawan Granada), asy-Syarif al-Idrisi (pembuat peta/globe dunia), Ibn Zuhr (dokter kenamaan), Abu Madyan (sufi kolega pergerakan Abdul Qadir al-Jilani), dan….dan…mengajar, membina, meneliti, menulis, dan menorehkan karya besar mereka.

Fathimah al-Fihri bahkan tidak pernah menduga kalau di salah satu sudut masjidnya itu Ibn Ajurum menulis karya fenomenalnya, yaitu al-Jurumiyah yang mendunia dan dipelajari hingga sekarang oleh anak-anak negeriku di Nusantara.

Fathimah al-Fihri, Jami’ al-Qarawiyin, seperti kata Ibn Khaldun, adalah inspirasi bagi orang-orang besar dan berjiwa besar.

Siapa yang ingin mengabadikan ‘nama’ & amalnya, maka lihatlah mereka!

Wa bi mitsli ha’ula fal-ya’mal al-‘amilun!

Fes, 30 Desember 2017
Asep Sobari



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
MARI BERSYUKUR DAN BANGGA JADI MUSLIM!.

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضلّ له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لاإله إلاّ الله وحده لاشريك له وأشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله، لانبي خلفه ولا رسول بعده.
اللهمّ صلّ وسلّم على سيّدنا ومولانا محمّد وعلى أله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة.
أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرّجيم , بسم الله الرحمن الرحيم:
 يأيّها الذين أمنوا اتّقوا الله حقّ تقاته ولاتموتنّ إلاّ وأنتم مسلمون.
 يأيّها النّاس اتّقوا ربّكم الذى خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبثّ منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذى تساءلون به والأرحام إنّ الله كان عليكم رقيبا.
يأيّها الذين أمنوا اتّقوا الله وقولوا قولاسديدا، يصلح لكم أعمالكم و يغفرلكم ذنوبكم، ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما.
فإنّ أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمّد صلّى الله عليه وسلّم، وشرّ الأمورمحدثاتُها وكلَّ محدثة بدعة وكلّ بدعة ضلالة و كلّ ضلالة في النّار. أمّا بعد.

Hadirin sidang sholat Jum’at rahimakumullah!

Alhamdulillah, berkat rahmat, ma’unah dan iradah Allah ﷻ kita termasuk yang terpilih menjadi seorang yang beragama Islam. Pertanyaan pentingnya adalah sudahkan dengan penuh kesadaran dan penghayatan kita bersyukur dan bangga menjadi seorang muslim?. Khutbah berikut akan memaparkan beberapa alasan mengapa kita wajib bersyukur dan bangga jadi muslim.

Pertama, dari aspek nama agama bahwa Islam adalah nama sebuah agama yang diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah Muhammad

Dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 19 disebutkan

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”.

Masih di dalam surat Ali Imran, tepatnya pada ayat 85 juga disebutkan nama Islam sebagai agama yang diterima, adapaun selain Islam pasti akan tertolak:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Imam Nawawi dalam kitab haditsnya yang terkenal Al ‘Arba’in An Nawawiyah menyebutkan definisi Islam pada hadits kedua: “Islam adalah bahwasanya engkau bersaksi bahwa sesunguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah , engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, melakukan shaum Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah jika engkau berkemampuan melaksanakannya!”. (HR. Muslim).

Fakta menjelaskan bahwa di antara agama-agama yang ada, Islam adalah agama yang namanya secara khusus disebutkan dalam kitab sucinya. Adapun nama agama-agama selain Islam diberikan oleh para pengamat keagamaan atau oleh manusia, seperti agama Yahudi (Judaism), agama Katolik (Chatholicism), agama Protestan (Protestantism), agama Budha (Buddhism), agama Hindu (Hinduism), agama Khonghucu (Confucianism),  agama Shintho (Shintoism) dan sebagainya.

Kedua, Islam adalah agama wahyu yang final.

Islam memiliki ajaran-ajaran yang final, yang tidak tunduk oleh perubahan zaman, pergantian tempat dan budaya. Sudah lebih dari 1400 tahun tata-cara ibadah Sholat dalam Islam tidak berubah. Begitu pula cara ibadah haji, puasa, zakat dan sebagainya.

Dalam konsep Teologi, syahadat Islam tidak pernah berubah sepanjang zaman. Islam tidak mengenal perkembangan teologi dari teologi eksklusif, inklusif lalu pluralis. Sebab, konsep teologi Islam berdasarkan wahyu. Islam is not historical religion ( Islam bukan agama sejarah) yang konsep-konsep ritualnya mengikuti perkembangan sejarah. Islam is not cultural religion ( Islam bukan agama budaya) sebab Islam tidak tunduk oleh budaya, meskipun dalam Islam sangat memperhatikan aspek budaya dalam pelaksanaan ajaran-ajaranya.

Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud (pakar pendidikan dan pemikiran Islam) menyjelaskan bahwa ajaran-ajaran Islam bersifat ‘dynamic stabilism”. Maksudnya ada ajaran-ajaran yang tetap  (qath’i dan ‘ashalah) dan ada ajaran yang bisa berubah yang bersifat dzanniy dan ijtihadiyah furu’iyyah.

Dalam bukunya The Prolegomena to the Metaphysics of Islam, Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas (pakar pendidikan dan pemikiran Islam) menegaskan konsep Islam yang notabene agama wahyu sebagai the only genuin revelead religion (satu-satunya agama Wahyu yang asli).
Hadirin, jama’ah Sholat Jum’at a’azzakumullah!

Ketiga, Islam mempunyai model teladan yang abadi (uswah hasanah).

Adalah Rasulullah Muhammad ﷺ sebagai model abadi dan suri tauladan dalam ucapan, tindakan, perasaan serta fikiran. Kita bisa meniru Rasulullah Muhammad ﷺdalam segala aspek kehidupan: mulai dari adab bangun tidur, masuk kamar mandi, memakai pakaian, memulai dan mengakhiri makan, sampai cara berdagang, memimpin perang, memimpin keluarga, memimpin negara dan sebagainya.

Hal tersebut sangat istimewa dan khas Islam. Kita wajib mensyukuri karena dalam menjalankan ajaran agama Islam dan roda kehidupan ini sudah ada panduan dan panutan sebagai utusan Allah ﷻ dan tidak perlu meraba-raba dalam kegelapan serta bersepekulasi. Silahkan diteiliti, apakah ada agama selain Islam yang meiliki contoh sangat lengkap seperti Rasulullah Muhammad ﷺ. Uniknya, Rasulullah mulia senantiasa namanya disebut dan dido’akan.

Allah ﷻ menjelaskan dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Hanya umat Islam-lah yang kini tetap memegang teguh konsep ‘uswah hasanah’ terhadap seorang nabi. Mulai bangun tidur hingga tidur lagi, umat Islam berusaha meneladani Nabi Muhammad ﷺ, karena memang beliau adalah contoh tauladan yang lengkap dan paripurna. Konsep uswah hasanah Islam ini tidak mungkin diikuti oleh kaum Yahudi, Kristen, Hindu, Budha, Komunis, atau kaum Sekuler barat. Kaum komunis tidak akan menjadikan Karl Marx sebagai suri tauladan dalam seluruh aspek kehidupan mereka, antara lain karena memang ia dikenal sebagai seorang pemabuk dan jarang mandi seperti yang ditulis oleh Paul Johson dalam bukunya Intellectuals, terbitan New York, Harper&Row Publisher, 1998.

Untuk mengkaji lebih dalam dan detail tentang sejarah kehidupan Rasulullah Muhammad ﷺ, khatib merekomendasikan beberapa buku bacaan yang bagus, antara lain: Ar Rahiqul Makhtum, asy-Syamail Muhammadiyah atau Yaumun Fii Baiti Rasulillah (Sehari di Rumah Rasulullah).

Keempat, nama dan konsep Tuhan dalam Islam bersifat autentik dan final. 

Prof.  Syed Muhammad Naquib al Attas menjelaskan bahwa nama dan konsep Tuhan dalam Islam dirumuskan berdasarkan wahyu Al Qur’an yang autentik dan final. Konsep Tuhan dalam Islam memiliki sifat khas yang tidak sama dengan konsepsi Tuhan dalam agama-agama lain, tidak sama dengan konsep Tuhan dalam tradisi filsafat Yunani, tidak sama dengan konsep Tuhan dalam filsafat barat modern ataupun dalam tradisi mistik barat dan timur.

Dalam Islam Tuhan dikenal dengan nama Allah ﷻ sebagaimana dikenalkan langsung oleh Allah ﷻ dalam Al Qur’an, antara lain dalam surat Thaha ayat 14:

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku!”.

Dalam hal nama dan konsep Tuhan ini, kita sebagai muslim tidak melakukan ‘spekulasi filosofis’ sebagaimana yang dialami oleh agama lain, seperti spekulasi tentang nama Tuhan oleh kaum Yahudi: dalam konsep Judaism, nama Tuhan tidak dapat diketahui dengan pasti. Kaum Yahudi modern hanya menduga-duga bahwa nama Tuhan mereka adalah Yahweh. The Concise Oxford Dictionary of World Religions menjelaskan ‘Yahweh’ sebagai The God Of Judaism as the tetagrammaton YHWH, may have been pronounced. By the orthodox and many other jews, God’s name is never articulated, least of all in the jewish liturgy!”. Intinya bahwa penyebutan YAHWEH adalah upaya pembacaan tetagram kuno uruf YHWH , hal mana orang Yahudi kuno umumnya tidak pernah menyebutkan nama Tuhan mereka dengan pasti.

Spekulasi Yahudi tetang nama Tuhan ini kemudian berdampak pada konsepsi Kristen tentang nama Tuhan mereka yang bermacam-macam dan beragam sesuai dengan tradisi dan budaya setempat. Misalnya di Timur Tengah, kaum Kristen menyebut Tuhan mereka “Alloh” sama dengan orang Islam, di Indonesia mereka melafadzkan nama Tuhan mereka jadi “Allah”, hal mana penyebutan ini dilarang di Malaysia dan di Barat mereka menyebut Tuhan dengan “God” atau ‘Lord”.

Ikhwani Fillah!

Kelima, Islam adalah agama yang telah terbukti mampu menjelmakan peradaban yang agung dalam sejarah.

Islam bukan hanya konsep yang utopia atau angan-angan di atas kertas belaka. Keagungan peradaban Islam pernah ditulis, misalnya,oleh sejarawan Irlandia yang bernama Tim Wallace Murphy melalui bukunya yang berjudul What Islam Did For Us: Understanding Islam’s Contribution to Western Civilization / Apa yang Telah Islam Lakukan Untuk Kita: Sebuah Pemahaman Betapa Besar Peranan Islam Terhadap Peradaban Barat (London: Watkins Publishing, 2006). Bahkan dalam salah-satu babnya, buku ini menulis judul: “The West debt to Islam” (Barat Berhutang Terhadap Islam).

Menurut penulis buku tersebut, hutang dunia Barat terhadap Islam adalah hal yang tidak ternilai harganya. Ia menulis; even the brief study of history revelead in these pages demonstrates that European culture owes an immense and immeasurable debt to the world of Islam”. Ia juga menulis bahwa dunia Barat menanggung hutang kepada Islam yang tidak akan pernah lunas terbayarkan. Tulisnya: “We in the West owe a debt to the Muslim world that can be never fully repaid!”.

Di mana letak hutang budi Barat terhadap Islam?. Yaitu sekitar abad 4 sampai abad ke 14, ketika Dunia Barat terkenal sebagai zaman pertengahan (the middle ages) yaitu satu zaman yang oleh orang Eropa disebut Zaman Kegelapan (the dark Ages of Europe) di mana mereka tertinggal jauh sekitar 600 tahun dengan peradaban Islam yang sedang berkembang  antara lain di Andalusia (Spanyol). Akhirnya Barat banyak belajar kepada Islam dan terjadi transfer ilmu pengetahuan dari para ilmuwan muslim ke dunia Barat lewat proyek penerjemahan besar-besaran.

Tidak hanya dalam proyek penerjemahan secara masif yang dilakukan oleh Barat. Dalam pendidikan Perguruan Tinggi seperti Oxford University yang berdiri pada tahun 1263 dan Cambridge University tidak lama setelah itu, juga menjiplak model kampus-kampus ternama di Andalusia. Kampus-kampus semacam ini kemudian bermunculan di daratan Eropa.

Sebagai contoh dahsyatnya proyek penerjemahan waktu itu, ada seorang penerjemah yang sangat fenomenal bernama Gerard of Cremona. Selama hampir 50 tahun ia tinggal di Toledo (1140-1187) dan berhasil menerjemahkan 90 buku dari bahasa Arab ke bahasa Latin; separuh lebih berkaitan dengan Matematika, Astronomi, dan bidang Sains lainnya, sepertiga berkaitan dengan kedokteran dan selebihnya terkait Filsafat dan logika. Pada akhirnya, bidang-bidang inilah yang memberikan fondasi bagi munculnya renaissance (kelahiran) kembali peradaban barat di Eropa pada abad ke 12 dan 13.

Al Qur’an sebagai way of life muslim juga sangat memperhatikan semangat majunya peradaban. Antara lain Allah ﷻ berfirman dalam surat Ar Rahman ayat 33 yang memacu dan memicu agar orang Islam belajar ilmu Antariksa ( tentang luar angkasa):

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ فَانْفُذُوا لا تَنْفُذُونَ إِلا بِسُلْطَانٍ

“Hai seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”

Ikhwatal Iman!
Demikianlah sebagian paparan mengapa kita wajib bersyukur dan bangga menjadi seorang muslim. Sebagai penutup khutbah ini, khatib ingin menukil sebuah catatan sejarah yang menegaskan pentingnya kesungguhan pelaksanaan ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan sebagai bentuk kesyukuran dan kebanggaan kita karena telah terpilih menjadi muslim. Karena jika tidak demikian, ma’adzallah, bisa jadi sejarah hitam ini terulang lagi di masa kini ataupun yang akan datang nanti.

Pada tahun 1492, jatuhlah benteng terakhir umat Islam di Granada. Tidak lama kemudian, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella mengeluarkan Edict of Expel (perintah pengusiran) kepada kaum Muslim Spanyol (Andalusia). Jutaan muslim mengalami ujian keimanan yang sangat berat. Mereka diberikan tiga pilihan yang sangat sulit: pertama, masuk kristen secara paksa (ataupun sukarela), kedua, keluar dari Spanyol dengan meninggalkan harta benda mereka, ketiga, jika tidak memilih yang pertama atau kedua maka akan dibunuh. Maka ratusan ribu muslim terpaksa masuk Kristen dan dibaptis secara paksa. Dalam sejarah, mereka dikenal dengan sebutan Moricos. Mereka diawasi secara ketat agar jangan samapai melaksanakan ajaran Islam secara diam-diam. Mereka yang ketahuan masih mengkhitankan anaknya, mengubur jenazah secara Islam, atau menyimpan Al Qur’an maka tak ayal lagi akan menemui nasib tragis; diseret ke Mahkamah Inquisisi dan dihukum berat, bahkan dihukum mati. Na’udzubillahi min dzalik!.

بارك الله لي ولكم في القرأن الكريم ونفعني وايّاكم بما فيه من الايات و الذكر الحكيم, تقبّل الله منّي و منكم تلاوته
انّه هو السميع العليم
 Khutbah kedua:

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحقّ ليظهره على الدين كلّه وكفى بالله شهيدا، فمن يرد الله أن يهديه يشرح صدره للإسلام فمن يرد أن يضلّه يجعل صدره ضيّقا حرجا كأنّما يصعّد في السماء.
.أشهد أن لاإله إلا الله خالق العالم، وأشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله خير الأنام.
 اللهم صلّ على محمّد عبد ك ونبيّك ورسولك النبي الأمي وعلى أله وصحبه وسلم تسليما عد د ما أحاط به علمك وخّط به قلمك واحصاه كتابك وارض اللهم عن ساداتنا أبي بكر الصدّيق وعمر بن الخطّاب الفارق وعثمان بن عفّان ذي النورين وعلي بن ابي طالب كرّم الله وجهه وعن الصحابة أجمعين وعن التابعين وتابعيهم بإحسان إلى يوم الد ين، يوم لا ينفع مال ولا بنون إلا من أتى الله بقلب سليم. صبج ليس بعده مساء ومساء ليس يليه صبح.
أما بعد,فيا إخوة الإيمان، اتقواالله حقّ تقاته ولا تموتنّ إلاّ و أنتم مسلمون، وتزوّدوا فإنّ خير الزاد التقوى.
إنّ الله وملائكته يصلّون على النبى، يأيّها الذين أمنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما. أللهمّ صلّ و سلّم وبارك على محمّد وعلى أله، وارض اللهمّ عن كلّ صحابة رسول الله أجمعين.
اللهمّ اغفر للمؤمنين والمؤمنات، والمسلمين والمسلمات، الأحياء منهم والأموات، إنّك سميع قريب مجيب الدعوات، يا قاضي الحاجات.
اللهمّ إنّك تعلم أنّ هذه القلوب قد اجتمعت على محبّتك، والتقت على طاعتك وتوحّدت على دعوتك وتعاهدت على نصرة شريعتك، فوثّق اللهمّ رابطتها و أدم ودّها واهدها سبلها واملأها بنورك الذى لا يخبو، واشرح صدورها بفيض الإيمان بك وجميل التوكّل عليك، و احيها بمعرفتك و أمّتها على الشهادة في سبيلك، إنّك نعم المولى ونعم النصير.
اللهم إنّا عبيدك بنو عبيدك بنو إمائك، نواصينا بيدك ماض فينا حكمك، عدل فينا قضائك، نسألك اللهمّ بكلّ اسم هو لك، سمّيت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو علّمته أحدا من خلقك أو استأثرت في علم الغيب عندك، أن تجعل القرأن ربيع قلوبنا ونور صدورنا وجلاء أحزاننا وذهاب همومنا و غمومنا.
اللهمّ اقسم لنا من خشيتك ما تحول به بيننا وبين معصيتك ومن طاعتك ما تبلّغتا بها جنّتك ومن اليقين ما تهوّن علينا مصائب الدنيا، اللهمّ متّعنا باسماعنا وأبصارنا وقوّتنا ما أحييتنا واجله الوارث منّا واجعل ثارنا على من ظلمنا وانصرنا على من عادانا ولا تجعل مصيبتنا في ديننا ولاتجعل الدنبا أكبر همّنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلّط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا.يا أرحم الراحمين
ربّنا تقبّل منّا إنّك انت السميع العليم وتب علينا إنّك انت التوّاب الرحيم
ربّنا أتبا في الدنيا حسنة و في الأخرة وقنا عذاب النار.
عباد الله! اقيموا وجوهكم للدين حنفاء، واستعينوا بالصبر والصلاة، إنّ الصلاة تنهى عنّ الفحشاء والمنكر، وأنفقوا خيرا لأنفسكم، و الله يعلم ما تصنعون، واقيموا الصلاة
 !
Khutbah ini dinukil dari buku 10 Kuliah Agama Islam karya Dr. Adian Husaini dan disampaikan di Masjid Jami’ Darunnajah 2 Cipining Bogor pada Jum’at, 25 Jumadil Akhir 1438 H/ 24 Maret 2017 M oleh Muhlisin Ibnu Muhtarom.








أللهمّ صلّ على سيدنا و حبيبنا و قرّة أعيننا و مولانا محمّد
Napak Tilas Mujahadah Rasulullah Ke Gua Hira.
 
Sumber: http://darunnajah.com/khutbah-jumat-mari-bersyukur-dan-bangga-menjadi-seorang-muslim/


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Random Ayat

Asmaul Husna

Asmaul Husna

Tanggal Hijriah

Jadwal Shalat

Ramadhan 1439 H

VIVA.co.id

Berita – Eramuslim

Home

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Seorang anak lelaki yang masih dan terus belajar untuk menjadi ayah yang amanah, suami yang mengayomi dan guru yang memberi, serta al-faqir ilalloh yang berharap bisa memberi manfaat untuk tegaknya agama dan bersatunya ummat