Tampilkan postingan dengan label khutbah jum'at. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khutbah jum'at. Tampilkan semua postingan


Keindahan ajaran Islam: Satu-satunya dan tidak ada lagi selainnya
Oleh: Ahmad Fatoni
Khutbah Pertama
إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره, ونعوذبالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فلامضل له, ومن يضلل فلا هادي له, وأشهد أن لاإله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون, ياأيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا, ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفرلكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما أما بعد
Sidang Jum’at rohimakumulloh,

Tepat sepekan yang lalu, pembantaian ummat Islam di dalam dua Masjid pada kawasan Christchurch, New Zealand masih ramai diperbincangkan dimana-dimana. Baik di negeri yang mayoritas berpenduduk muslim atau non muslim. Banyak yang terluka dan In Syaa Allah Syahid dalam kejadian itu. Kejadian ini sungguh sangat tak disangka. Pada hari yang mulia, hari Jum’at, sayyidul ayyam, penghulunya hari, ummat Islam yang sedang melaksanakan ibadah sholat Jum’at dibantai dengan sadis. Kita sangat sedih dan marah atas kejadian itu. Kita sama-sama berharap semoga pelakunya dihukum dengan hukuman yang seberat-beratnya.

Allah Subhanahu Wa ta’alaa berfirman dalam surat An-Nisaa’ ayat 93:

وَمَنْ يَّقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيْهَا وَغَضِبَ اللهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَاَعَدَّلَهُ عَذَابًا عَظِيْمًا 

“dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”.“dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”.

Kini, telah sepekan berlalu. Tak lama setelah kejadian itu pihak kepolisian New Zealand dengan cepat sudah menangkap Si Pelaku. Yang cukup mengejutkan dari senjata yang disita disitu tertulis banyak coretan yang intinya Si Pelaku tersebut bukanlah orang yang melakukan aksi pembantaian tanpa alas an. Ternyata dia SANGAT PAHAM SEJARAH! Untuk mengetahui tentang ini tidaklah susah, kita bisa cek di gadget kita masing-masing. Ada gambar senjata dan banyak coretan disitu.

Sidang Jum’at rohimakumulloh,

Satu hal yang ingin khatib sampaikan, yaitu dalam video yang disiarkan oleh Si Pelaku pembantaian, disitu terlihat dan terdengar ucapan “Hello brother..!” keluar dari mulut korban sebelum ditembak secara membabi buta oleh pelaku pembantaian.

Sidang Jum’at rohimakumulloh,

Itulah salah satu keindahan ajaran Islam. Islam mengajarkan salam. Mengucapkan, “Assalamu’alaikum” kepada sesama muslim. Salam kedamaian. Salam kesejahteraan. Salam yang bukan basa basi. Tapi, ada doa yang kita minta pada Ilahi Robbi berupa keselamatan, kesejahteraan dan keberkahan untuk orang yang kita berikan ucapan salam itu. Maka, dalam ajaran Islam mengucapkan salam itu hukumnya sunnah dan menjawabnya adalah wajib.
Allah SWT berfirman dalam surat An-Nuur ayat 27:
يَآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَتَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا عَلَى اَهْلِهَاقلىذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
   

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat”.

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمْرِ بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَجُلً سَأَلَ رَسُوْلَ اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّم: أَيُّ اﻹسْلاَمِ خَيْرٌ؟ قَالَ: تُطْعِمُ الطَّعَامَ, وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ (متفق عليه)
“Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash Radhiyallahu’anhuma, sseorang sahabat bertanya kepada Rasulullah , “Bagaimanakah Islam yang baik itu?” Beliau menjawab, “Yaitu kamu memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal”. (Muttafaq ‘alaih)
مامن مسلمين يلتقيان فيتصافحان إلا غفر لهما قبل أن يفترقا
“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah”.  (HR. Abu Daud: 5212, Tirmidzi: 2727,, Ibnu Majah: 3707, Ahmad 4/289)


Demikian khutbah Jum’at yang singkat ini, semoga kita dapat mengambil pelajaran dari setiap kejadian. “Sungguh beruntung orang yang mensucikannya (jiwanya itu) dan sungguh rugi orang yang mengotorinya” (Qs. Asy-Syams: 9-10)

بارك الله لي ولكم فى القرآن العظيم, ونفعني وإياكم بما فيه من آية وذكر الحكيم, وتقبل الله منا 
ومنكم تلاوته وإنه هو السميع العليم, وأقول قول هذا فستغفر الله العظيم إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua
الحمد لله حمدا كثيرا كما امر. اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له ارغاما لمن جحد و كفر. واشهد ان محمدا عبده ورسوله وحبيبه وخليله سيد الإنس والبشر. اللهم صل وسلم وبارك على محمد و على آله واصحابه وسلم تسليما كثيرا ام بعد, فيا عباد الله اتقوا الله واعلموا ان الله يحب مكارم الأمور ويكره سفاسفها يحب من عباده ان يكونوا في تكميل اسلامه وايمانه وانه لا يهدى القوم الفاسقين. اللهم صل وسلم وبارك على محمد وعلى آل محمد كم صليت وسلمت وباركت على ابراهيم وعلى آل ابراهيم فى العالمين انك حميد مجيد.اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات انك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضيي الحاجت. اللهم ربنا لا تزغ قلوبنا بعد اذ هديتنا وهبلنا من لدنك رحمة انك انت الوهاب. ربنا لا تجعل فى قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا انك رؤوف رحيم. ربناهبلنا من ازواجنا وذريتنا قرة اعين واجعلنا للمتقينا اماما. ربنا اتنا فى الدنيا حسنة و فى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. عبد الله! ان الله يأمر بالعدل والإحسان وايتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروا على نعمه يزدكم ولذكر الله اكبر والله يعلم ما تصنعون






Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
قال الله تعالى: اعوذبالله من الشيطان الر جيم

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. 
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Sungguh indah untaian kata-kata tentang Tujuan Pendidikan di Indonesia. UU No 20 tahun 2003, tentang Pendidikan Nasional, menyatakan: "Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab."

UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi juga menyebutkan, bahwa Pendidikan Tinggi bertujuan: (a). berkembangnya potensi Mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa; dan seterusnya.

Menyimak tujuan pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi di Indonesia, maka sepatutnya semua pihak – khususnya pemerintah sebagai pelaksana Undang-undang – bertungkus lumus untuk mewujudkannya. Para peserta didik bukan sekedar ‘dipaksa’ untuk lulus ujian nasional – dengan meraih nilai akademik tinggi, tetapi juga ‘dipaksa’ untuk meraih ilmu yang bermanfaat, sehingga pemegang ilmu itu pun menjadi manusia yang bermanfaat.

Kenapa harus dipaksa? Sebab, tugas Undang-undang adalah memaksa. Un dang-undang adalah peraturan yang memuat tentang keharusan dan sanksi bagi pelanggarnya. Sepatutnya, peme rintah sudah menerapkan sistem pen didikan yang memaksa anak-anak didik untuk memahami dan menjalan kan agamanya dengan baik. Sebab, itulah modal menjadi manusia yang baik. Semua itu berawal dari ilmu. Hanya ilmu yang benar dan bermanfaat yang dapat mengantarkan peserta didik untuk menjadi manusia yang baik dan ber manfaat untuk dirinya, keluarganya, masyarakat dan bangsanya. Itulah urgensi ilmu yang bermanfaat (ilmu nafi’).

Ilmu Nafi’
Di dalam sebuah doa Nabi Muham mad SAW berucap: "Allâhumma innî as’aluka ‘ilman nafi‘an, wa a’ûdzu bika min ‘ilmin lâ yanfa’." Artinya "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat dan aku ber lindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat" (HR. Ibn Hibbân).

Di dalam hadits lain beliau juga memerintahkan umatnya "Salû-Llâha ‘ilman nâfi‘an, wa ta‘awadzû biLlâhi min ‘ilmin lâ yanfa’. Artinya "mohonlah kepada Allah ilmu yang bermanfaat, dan mohonlah perlindungan kepada-Nya dari ilmu yang tidak bermanfaat" (HR. Ibn Mâjah).

Doa dan perintah Nabi Muhammad SAW dalam hadits di atas penting untuk diingat dan diamalkan. Di dalamnya ada isyarat bahwa ilmu bukan dinilai dari banyaknya, tetapi dari manfaatnya. Ilmu yang bermanfaat akan menghantarkan seseorang meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, ilmu yang tidak bermanfaat akan menjerumuskan seseorang ke jurang kebinasaan. Di dalam riwayat lain disebutkan bahwa "ilmu terbagi dua. Pertama ilmu yang hanya di lisan yang merupakan hujjah Allah kepada manusia, dan ilmu yang meresap sampai ke hati itulah ilmu yang bermanfaat" (HR al-Darimi).

Pandangan al-Ghazali
Begitu pentingnya masalah ilmu nafi’ ini, sehingga banyak ulama kemudian merumuskan konsepnya. Imam al- Ghazali (450-505 H) adalah satu dari sekian banyak ulama besar yang menekankan pentingnya ilmu nafi’. Ulama dengan banyak karya monu mental seperti Ihya’ Ulumiddin, Bidaya tul Hidayah, Ayyuhal Walad, al-Munqidz min al-Dhalal dan Tahafut al-Falasifah memang dikenal dengan pemikirannya yang sangat fundamental. Buah pem ikirannya bahkan mampu membang kitkan generasi hebat sekaliber Nurud din Zanki dan Shalahuddin al-Ayyubi. Tidak berlebihan jika Imam al-Ghazali disebut sebagai pembaharu (mujaddid) abad kelima.

Menurut Imam al-Ghazali umat Islam harus memahami ilmu nafi’. Sebab seseorang yang tidak memahami ilmu nafi’ akan terjerumus pada ilmu yang berbahaya (al-ilmu al-dhar). Ilmu yang berbahaya ini akan digunakan sebagai alat mengeruk kepentingan duniawi. Ilmu seperti itu hakikatnya adalah sebuah kebodohan dan sumber kerusakan yang terjadi di alam semesta. (al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, Kairo: Dar Mishr Li al-Thiba‘ah, 1998, Juz IV, hlm. 438).

Melihat pentingnya ilmu nafi’ ini, Imam al-Ghazali merumuskan konsep nya lengkap dengan indikator-indi katornya. Menurutnya, "ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membuat mu bertambah takut kepada Allah, membuat mata hatimu semakin tajam terhadap aib-aibmu, menambah ma’rifat mu dengan menyembah-Nya, mengu rangi keinginanmu terhadap dunia, menambah keinginanmu terhadap akhirat, membuka mata hatimu tentang rusaknya segala amalmu sehingga engkau menjaga diri dari kerusakan itu, dan membuatmu teliti atas perangkap dan tipu daya setan (Al-Ghazâli, Bidâyat al-Hidâyah, (Beirut: Dar al-Kutub al- ‘Ilmiyyah, 2011, hlm. 19).

Konsep ilmu nafi’ yang dirumuskan Imam al-Ghazali ini begitu kompr e hensif. Konsep ilmu yang dirumuskan un tuk membentuk manusia yang ber adab. Diawali dengan adab kepada Allah. Menurut Imam al-Ghazali, rasa takut dan ketundukan merupakan buah utama dari ilmu nafi’. Kedua sifat ini kemudian membuahkan ketaaatan ter hadap perintah Allah sekaligus mence gah dari maksiat kepada-Nya. (Al- Ghazali, Rawdhat al-Thâlibîn wa ‘Um dat al-Sâlikîn, Beirut: Dar al-Kutub al- ‘Ilmiyyah, 2011), hlm. 48). Pendapat Imam al-Ghazali ini sesuai dengan QS Fathir:28 bahwa sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hambahamba- Nya, hanyalah orang-orang berilmu (ulama). Dalam masalah ini Imam al-Ghazali juga mengutip penda pat Ibn Mas’ud yang menyatakan bahwa "ilmu itu bukanlah hanya banyaknya riwayat, sesungguhnya ilmu itu berbuah rasa takut kepada Allah (al-Khassyah)." (al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, Juz I, hlm. 88).

Seorang penuntut ilmu juga harus sibuk dengan aibnya sendiri daripada mengurus aib orang lain. Menurut al- Ghazali, orang yang merasa bebas dari aib adalah orang yang bodoh terhadap dirinya sendiri. Dan itu merupakan aib yang terbesar (al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, Juz 3, hlm. ). Ilmu nafi’ juga terlihat da ri sikap semakin mengenal Allah (ma’rifat) yang dibuktikan dengan rajin beribadah. Sebab dalam pan dangan Islam, ilmu dan amal menjadi satu. Ibadah adalah bukti pengamalan ilmu. Al-Ghazali sendiri mengingatkan muri dnya bahwa "ilmu tanpa amal ada lah gila, dan amal tanpa ilmu ada sia-sia." (al-Ghazali, Ayyuhal Walad, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2011), hlm. 4).
Indikator ilmu nafi’ berikutnya adalah membuat seseorang semakin zuhud, bukan gila dunia. Dalam masalah ini al-Ghazali tegas mengingatkan bahwa menuntut ilmu dengan tujuan meraih keuntungan dunia semata, sama dengan merobohkan agama (al-Ghazali, Bidayat al-Hidayah, hlm. 1). Sebaliknya, ilmu nafi’ semakin membuat seseorang menjadi termotivasi meraih kebahagiaan di negeri akhirat. Sebagai Muslim keyakinan adanya kehidupan akhirat menjadi satu kewajiban. Dengan itu, ia akan menyiapkan bekal terbaik sebelum kembali ke negeri akhirat.

Ilmu harus ada sebelum amal. Ilmu juga harus terus mengawal amal agar tidak rusak. Ketika rukun dan syarat amal sudah disempurnakan, maka seseorang harus menjaga amalnya itu dari "virus" mematikan yang bisa membinasakan amalnya. Imam al- Ghazali menyatakan "wahai saudaraku, setelah jalan ibadahmu bagus, maka kamu wajib menjaga amalmu dari perkara yang bisa merusaknya". (al- Ghazali, Minhajul ‘Abidin, Surabaya: Maktabah Ahmad ibn Sa‘ad ibn Nabhan, tanpa tahun), hlm. 71).
Menurut Imam al-Ghazali yang perlu dikhawatirkan adalah kosongnya nilai ibadah. Jangan sampai seseorang gigih beribadah tetapi lengah terhadap cacat dan sifat buruk yang ada dalam dirinya. Sehingga ibadahnya tidak satupun yang diterima. Ibadah yang dibangun ber tahun-tahun, hancur hanya dalam wak tu sekejap. Yang paling meng kha watirkan menurut Imam al-Ghazali adalah adalah sifat riya’. Secara zahir ibadahnya untuk Allah, tetapi batinnya ditujukan untuk makhluk. Akhirnya, Allah mengusirnya dan tidak lagi memandangnya. (al-Ghazali, Minhajul ‘Abidin, hlm. 80).
Terakhir, ilmu nafi’ membuat seseorang jeli terhadap perangkap dan tipu daya setan. Dalam masalah ini banyak orang-orang berilmu menjadi korbannya. Menurut Imam al-Ghazali, setan menipu penuntut ilmu dengan menggiring mereka ke jalan keburukan yang dibungkus dengan kemasan kebaikan. Setan akan membisikkan keutamaan-keutamaan ilmu, dan kedudukan orang berilmu sebagaimana yang ada di dalam al-Qur’an, Hadits ataupun perkataan ulama. Pada saat yang sama, setan membuat mereka terbuai sehingga melupakan banyak ayat dan hadits yang mengancam orang berilmu tapi tidak beramal (al-Ghazali, Bidayat al-Hidayah, hlm. 2).

Teladan Nabi
Sampai saat ini nilai Ujian Sekolah dan Ujian Nasional masih dianggap indikator suksesnya pendidikan. Pada hal sejatinya pendidikan itu bukan hanya menghapal pelajaran dan menja wab soal. Sukses atau tidaknya juga tidak cukup diukur dengan nilai di atas kertas. Dalam pandangan Islam, nilai ujian yang tinggi tidak berarti jika tidak beradab kepada Allah. Hafalan yang banyak tidak akan bernilai jika tidak diamalkan dan tidak mau beribadah. Dan banyaknya ilmu tidak akan me nambah kemuliaan seseorang di sisi Allah jika dalam dirinya ada penyakit gila dunia.
Konsep ilmu nafi’ yang dirumuskan Imam al-Ghazali masih sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan di Indonesia. Karena itu, sepatutnya para perumus kebijakan pendidikan menjadi kannya sebagai indikator kenaikan atau kelulusan, khususnya bagi pelajar Mus lim.
Penerapan konsep pendidikan karakter yang sempat begitu menyita wacana pendidikan nasional, kita kembali senyap. Rezim baru memunculkan wacana "revolusi mental". Padahal, semua penguasa itu Muslim, yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka juga mengakui bahwa Nabi Muhammad saw adalah teladan terbaik dalam pembentukan manusia berakhlak mulia. Sebab, akhlak Nabi adalah al-Quran. Bahkan, beliau menegaskan, diutusnya beliau adalah untuk menyempurnakan akhlak.
Oleh para ulama – seperti Imam al- Ghazali, Ibnu Miskawaih, dan seba gainya — keteladanan Nabi Muhammad saw itu kemudian dirumuskan dalam bentuk konsep-konsep ilmiah tentang pendidikan akhlak. Bahkan, di Nusan tara ini, begitu banyak ulama yang menulis kitab tentang adab dan akhlak, seperti ulama Betawi terkenal Sayyid Usman yang menulis kitab Adabul Insan dan KH Hasyim Asyari yang menulis kitab Adabul Alim wal-Muta’allim.
Anehnya, konsep-konsep hebat – yang telah terbukti keampuhannya dalam sejarah – itu seperti tidak ditengok sama sekali oleh penguasa pendidikan nasional Indonesia. Bahkan, pemerintah kemudian memaksakan konsep yang tidak berbasis kepada keimanan dan tradisi keilmuan Islam. Kita hanya mengimbau, jika ingin pendidikan kita sukses, ajarkan para peserta didik kita Ilmu Nafi’, seba gai mana diajarkan oleh Imam al-Ghazali dan ulama-ulama lainnya. Wallahu A’lam.

Muhammad Ardiansyah
Mudir Ma’had ‘Ali Hujjatul Islam dan Pesantren Shoul Lin al-Islami, Depok

Sumber: https://republika.co.id/berita/koran/islamia/15/04/16/nmw94f21-ilmu-nafi-untuk-perbaikan-pendidikan 

Catatan Penting: Penulis blog ini sudah berkomunikasi langsung via whatsapp, meminta saran materi khutbah Jum'at kepada Ust. Dr. Muhammad Ardiansyah, lalu beliau menjawab dengan memberikan link tersebut di atas




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
MARI BERSYUKUR DAN BANGGA JADI MUSLIM!.

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضلّ له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لاإله إلاّ الله وحده لاشريك له وأشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله، لانبي خلفه ولا رسول بعده.
اللهمّ صلّ وسلّم على سيّدنا ومولانا محمّد وعلى أله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة.
أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرّجيم , بسم الله الرحمن الرحيم:
 يأيّها الذين أمنوا اتّقوا الله حقّ تقاته ولاتموتنّ إلاّ وأنتم مسلمون.
 يأيّها النّاس اتّقوا ربّكم الذى خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبثّ منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذى تساءلون به والأرحام إنّ الله كان عليكم رقيبا.
يأيّها الذين أمنوا اتّقوا الله وقولوا قولاسديدا، يصلح لكم أعمالكم و يغفرلكم ذنوبكم، ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما.
فإنّ أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمّد صلّى الله عليه وسلّم، وشرّ الأمورمحدثاتُها وكلَّ محدثة بدعة وكلّ بدعة ضلالة و كلّ ضلالة في النّار. أمّا بعد.

Hadirin sidang sholat Jum’at rahimakumullah!

Alhamdulillah, berkat rahmat, ma’unah dan iradah Allah ﷻ kita termasuk yang terpilih menjadi seorang yang beragama Islam. Pertanyaan pentingnya adalah sudahkan dengan penuh kesadaran dan penghayatan kita bersyukur dan bangga menjadi seorang muslim?. Khutbah berikut akan memaparkan beberapa alasan mengapa kita wajib bersyukur dan bangga jadi muslim.

Pertama, dari aspek nama agama bahwa Islam adalah nama sebuah agama yang diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah Muhammad

Dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 19 disebutkan

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”.

Masih di dalam surat Ali Imran, tepatnya pada ayat 85 juga disebutkan nama Islam sebagai agama yang diterima, adapaun selain Islam pasti akan tertolak:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Imam Nawawi dalam kitab haditsnya yang terkenal Al ‘Arba’in An Nawawiyah menyebutkan definisi Islam pada hadits kedua: “Islam adalah bahwasanya engkau bersaksi bahwa sesunguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah , engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, melakukan shaum Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah jika engkau berkemampuan melaksanakannya!”. (HR. Muslim).

Fakta menjelaskan bahwa di antara agama-agama yang ada, Islam adalah agama yang namanya secara khusus disebutkan dalam kitab sucinya. Adapun nama agama-agama selain Islam diberikan oleh para pengamat keagamaan atau oleh manusia, seperti agama Yahudi (Judaism), agama Katolik (Chatholicism), agama Protestan (Protestantism), agama Budha (Buddhism), agama Hindu (Hinduism), agama Khonghucu (Confucianism),  agama Shintho (Shintoism) dan sebagainya.

Kedua, Islam adalah agama wahyu yang final.

Islam memiliki ajaran-ajaran yang final, yang tidak tunduk oleh perubahan zaman, pergantian tempat dan budaya. Sudah lebih dari 1400 tahun tata-cara ibadah Sholat dalam Islam tidak berubah. Begitu pula cara ibadah haji, puasa, zakat dan sebagainya.

Dalam konsep Teologi, syahadat Islam tidak pernah berubah sepanjang zaman. Islam tidak mengenal perkembangan teologi dari teologi eksklusif, inklusif lalu pluralis. Sebab, konsep teologi Islam berdasarkan wahyu. Islam is not historical religion ( Islam bukan agama sejarah) yang konsep-konsep ritualnya mengikuti perkembangan sejarah. Islam is not cultural religion ( Islam bukan agama budaya) sebab Islam tidak tunduk oleh budaya, meskipun dalam Islam sangat memperhatikan aspek budaya dalam pelaksanaan ajaran-ajaranya.

Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud (pakar pendidikan dan pemikiran Islam) menyjelaskan bahwa ajaran-ajaran Islam bersifat ‘dynamic stabilism”. Maksudnya ada ajaran-ajaran yang tetap  (qath’i dan ‘ashalah) dan ada ajaran yang bisa berubah yang bersifat dzanniy dan ijtihadiyah furu’iyyah.

Dalam bukunya The Prolegomena to the Metaphysics of Islam, Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas (pakar pendidikan dan pemikiran Islam) menegaskan konsep Islam yang notabene agama wahyu sebagai the only genuin revelead religion (satu-satunya agama Wahyu yang asli).
Hadirin, jama’ah Sholat Jum’at a’azzakumullah!

Ketiga, Islam mempunyai model teladan yang abadi (uswah hasanah).

Adalah Rasulullah Muhammad ﷺ sebagai model abadi dan suri tauladan dalam ucapan, tindakan, perasaan serta fikiran. Kita bisa meniru Rasulullah Muhammad ﷺdalam segala aspek kehidupan: mulai dari adab bangun tidur, masuk kamar mandi, memakai pakaian, memulai dan mengakhiri makan, sampai cara berdagang, memimpin perang, memimpin keluarga, memimpin negara dan sebagainya.

Hal tersebut sangat istimewa dan khas Islam. Kita wajib mensyukuri karena dalam menjalankan ajaran agama Islam dan roda kehidupan ini sudah ada panduan dan panutan sebagai utusan Allah ﷻ dan tidak perlu meraba-raba dalam kegelapan serta bersepekulasi. Silahkan diteiliti, apakah ada agama selain Islam yang meiliki contoh sangat lengkap seperti Rasulullah Muhammad ﷺ. Uniknya, Rasulullah mulia senantiasa namanya disebut dan dido’akan.

Allah ﷻ menjelaskan dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Hanya umat Islam-lah yang kini tetap memegang teguh konsep ‘uswah hasanah’ terhadap seorang nabi. Mulai bangun tidur hingga tidur lagi, umat Islam berusaha meneladani Nabi Muhammad ﷺ, karena memang beliau adalah contoh tauladan yang lengkap dan paripurna. Konsep uswah hasanah Islam ini tidak mungkin diikuti oleh kaum Yahudi, Kristen, Hindu, Budha, Komunis, atau kaum Sekuler barat. Kaum komunis tidak akan menjadikan Karl Marx sebagai suri tauladan dalam seluruh aspek kehidupan mereka, antara lain karena memang ia dikenal sebagai seorang pemabuk dan jarang mandi seperti yang ditulis oleh Paul Johson dalam bukunya Intellectuals, terbitan New York, Harper&Row Publisher, 1998.

Untuk mengkaji lebih dalam dan detail tentang sejarah kehidupan Rasulullah Muhammad ﷺ, khatib merekomendasikan beberapa buku bacaan yang bagus, antara lain: Ar Rahiqul Makhtum, asy-Syamail Muhammadiyah atau Yaumun Fii Baiti Rasulillah (Sehari di Rumah Rasulullah).

Keempat, nama dan konsep Tuhan dalam Islam bersifat autentik dan final. 

Prof.  Syed Muhammad Naquib al Attas menjelaskan bahwa nama dan konsep Tuhan dalam Islam dirumuskan berdasarkan wahyu Al Qur’an yang autentik dan final. Konsep Tuhan dalam Islam memiliki sifat khas yang tidak sama dengan konsepsi Tuhan dalam agama-agama lain, tidak sama dengan konsep Tuhan dalam tradisi filsafat Yunani, tidak sama dengan konsep Tuhan dalam filsafat barat modern ataupun dalam tradisi mistik barat dan timur.

Dalam Islam Tuhan dikenal dengan nama Allah ﷻ sebagaimana dikenalkan langsung oleh Allah ﷻ dalam Al Qur’an, antara lain dalam surat Thaha ayat 14:

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku!”.

Dalam hal nama dan konsep Tuhan ini, kita sebagai muslim tidak melakukan ‘spekulasi filosofis’ sebagaimana yang dialami oleh agama lain, seperti spekulasi tentang nama Tuhan oleh kaum Yahudi: dalam konsep Judaism, nama Tuhan tidak dapat diketahui dengan pasti. Kaum Yahudi modern hanya menduga-duga bahwa nama Tuhan mereka adalah Yahweh. The Concise Oxford Dictionary of World Religions menjelaskan ‘Yahweh’ sebagai The God Of Judaism as the tetagrammaton YHWH, may have been pronounced. By the orthodox and many other jews, God’s name is never articulated, least of all in the jewish liturgy!”. Intinya bahwa penyebutan YAHWEH adalah upaya pembacaan tetagram kuno uruf YHWH , hal mana orang Yahudi kuno umumnya tidak pernah menyebutkan nama Tuhan mereka dengan pasti.

Spekulasi Yahudi tetang nama Tuhan ini kemudian berdampak pada konsepsi Kristen tentang nama Tuhan mereka yang bermacam-macam dan beragam sesuai dengan tradisi dan budaya setempat. Misalnya di Timur Tengah, kaum Kristen menyebut Tuhan mereka “Alloh” sama dengan orang Islam, di Indonesia mereka melafadzkan nama Tuhan mereka jadi “Allah”, hal mana penyebutan ini dilarang di Malaysia dan di Barat mereka menyebut Tuhan dengan “God” atau ‘Lord”.

Ikhwani Fillah!

Kelima, Islam adalah agama yang telah terbukti mampu menjelmakan peradaban yang agung dalam sejarah.

Islam bukan hanya konsep yang utopia atau angan-angan di atas kertas belaka. Keagungan peradaban Islam pernah ditulis, misalnya,oleh sejarawan Irlandia yang bernama Tim Wallace Murphy melalui bukunya yang berjudul What Islam Did For Us: Understanding Islam’s Contribution to Western Civilization / Apa yang Telah Islam Lakukan Untuk Kita: Sebuah Pemahaman Betapa Besar Peranan Islam Terhadap Peradaban Barat (London: Watkins Publishing, 2006). Bahkan dalam salah-satu babnya, buku ini menulis judul: “The West debt to Islam” (Barat Berhutang Terhadap Islam).

Menurut penulis buku tersebut, hutang dunia Barat terhadap Islam adalah hal yang tidak ternilai harganya. Ia menulis; even the brief study of history revelead in these pages demonstrates that European culture owes an immense and immeasurable debt to the world of Islam”. Ia juga menulis bahwa dunia Barat menanggung hutang kepada Islam yang tidak akan pernah lunas terbayarkan. Tulisnya: “We in the West owe a debt to the Muslim world that can be never fully repaid!”.

Di mana letak hutang budi Barat terhadap Islam?. Yaitu sekitar abad 4 sampai abad ke 14, ketika Dunia Barat terkenal sebagai zaman pertengahan (the middle ages) yaitu satu zaman yang oleh orang Eropa disebut Zaman Kegelapan (the dark Ages of Europe) di mana mereka tertinggal jauh sekitar 600 tahun dengan peradaban Islam yang sedang berkembang  antara lain di Andalusia (Spanyol). Akhirnya Barat banyak belajar kepada Islam dan terjadi transfer ilmu pengetahuan dari para ilmuwan muslim ke dunia Barat lewat proyek penerjemahan besar-besaran.

Tidak hanya dalam proyek penerjemahan secara masif yang dilakukan oleh Barat. Dalam pendidikan Perguruan Tinggi seperti Oxford University yang berdiri pada tahun 1263 dan Cambridge University tidak lama setelah itu, juga menjiplak model kampus-kampus ternama di Andalusia. Kampus-kampus semacam ini kemudian bermunculan di daratan Eropa.

Sebagai contoh dahsyatnya proyek penerjemahan waktu itu, ada seorang penerjemah yang sangat fenomenal bernama Gerard of Cremona. Selama hampir 50 tahun ia tinggal di Toledo (1140-1187) dan berhasil menerjemahkan 90 buku dari bahasa Arab ke bahasa Latin; separuh lebih berkaitan dengan Matematika, Astronomi, dan bidang Sains lainnya, sepertiga berkaitan dengan kedokteran dan selebihnya terkait Filsafat dan logika. Pada akhirnya, bidang-bidang inilah yang memberikan fondasi bagi munculnya renaissance (kelahiran) kembali peradaban barat di Eropa pada abad ke 12 dan 13.

Al Qur’an sebagai way of life muslim juga sangat memperhatikan semangat majunya peradaban. Antara lain Allah ﷻ berfirman dalam surat Ar Rahman ayat 33 yang memacu dan memicu agar orang Islam belajar ilmu Antariksa ( tentang luar angkasa):

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ فَانْفُذُوا لا تَنْفُذُونَ إِلا بِسُلْطَانٍ

“Hai seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”

Ikhwatal Iman!
Demikianlah sebagian paparan mengapa kita wajib bersyukur dan bangga menjadi seorang muslim. Sebagai penutup khutbah ini, khatib ingin menukil sebuah catatan sejarah yang menegaskan pentingnya kesungguhan pelaksanaan ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan sebagai bentuk kesyukuran dan kebanggaan kita karena telah terpilih menjadi muslim. Karena jika tidak demikian, ma’adzallah, bisa jadi sejarah hitam ini terulang lagi di masa kini ataupun yang akan datang nanti.

Pada tahun 1492, jatuhlah benteng terakhir umat Islam di Granada. Tidak lama kemudian, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella mengeluarkan Edict of Expel (perintah pengusiran) kepada kaum Muslim Spanyol (Andalusia). Jutaan muslim mengalami ujian keimanan yang sangat berat. Mereka diberikan tiga pilihan yang sangat sulit: pertama, masuk kristen secara paksa (ataupun sukarela), kedua, keluar dari Spanyol dengan meninggalkan harta benda mereka, ketiga, jika tidak memilih yang pertama atau kedua maka akan dibunuh. Maka ratusan ribu muslim terpaksa masuk Kristen dan dibaptis secara paksa. Dalam sejarah, mereka dikenal dengan sebutan Moricos. Mereka diawasi secara ketat agar jangan samapai melaksanakan ajaran Islam secara diam-diam. Mereka yang ketahuan masih mengkhitankan anaknya, mengubur jenazah secara Islam, atau menyimpan Al Qur’an maka tak ayal lagi akan menemui nasib tragis; diseret ke Mahkamah Inquisisi dan dihukum berat, bahkan dihukum mati. Na’udzubillahi min dzalik!.

بارك الله لي ولكم في القرأن الكريم ونفعني وايّاكم بما فيه من الايات و الذكر الحكيم, تقبّل الله منّي و منكم تلاوته
انّه هو السميع العليم
 Khutbah kedua:

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحقّ ليظهره على الدين كلّه وكفى بالله شهيدا، فمن يرد الله أن يهديه يشرح صدره للإسلام فمن يرد أن يضلّه يجعل صدره ضيّقا حرجا كأنّما يصعّد في السماء.
.أشهد أن لاإله إلا الله خالق العالم، وأشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله خير الأنام.
 اللهم صلّ على محمّد عبد ك ونبيّك ورسولك النبي الأمي وعلى أله وصحبه وسلم تسليما عد د ما أحاط به علمك وخّط به قلمك واحصاه كتابك وارض اللهم عن ساداتنا أبي بكر الصدّيق وعمر بن الخطّاب الفارق وعثمان بن عفّان ذي النورين وعلي بن ابي طالب كرّم الله وجهه وعن الصحابة أجمعين وعن التابعين وتابعيهم بإحسان إلى يوم الد ين، يوم لا ينفع مال ولا بنون إلا من أتى الله بقلب سليم. صبج ليس بعده مساء ومساء ليس يليه صبح.
أما بعد,فيا إخوة الإيمان، اتقواالله حقّ تقاته ولا تموتنّ إلاّ و أنتم مسلمون، وتزوّدوا فإنّ خير الزاد التقوى.
إنّ الله وملائكته يصلّون على النبى، يأيّها الذين أمنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما. أللهمّ صلّ و سلّم وبارك على محمّد وعلى أله، وارض اللهمّ عن كلّ صحابة رسول الله أجمعين.
اللهمّ اغفر للمؤمنين والمؤمنات، والمسلمين والمسلمات، الأحياء منهم والأموات، إنّك سميع قريب مجيب الدعوات، يا قاضي الحاجات.
اللهمّ إنّك تعلم أنّ هذه القلوب قد اجتمعت على محبّتك، والتقت على طاعتك وتوحّدت على دعوتك وتعاهدت على نصرة شريعتك، فوثّق اللهمّ رابطتها و أدم ودّها واهدها سبلها واملأها بنورك الذى لا يخبو، واشرح صدورها بفيض الإيمان بك وجميل التوكّل عليك، و احيها بمعرفتك و أمّتها على الشهادة في سبيلك، إنّك نعم المولى ونعم النصير.
اللهم إنّا عبيدك بنو عبيدك بنو إمائك، نواصينا بيدك ماض فينا حكمك، عدل فينا قضائك، نسألك اللهمّ بكلّ اسم هو لك، سمّيت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو علّمته أحدا من خلقك أو استأثرت في علم الغيب عندك، أن تجعل القرأن ربيع قلوبنا ونور صدورنا وجلاء أحزاننا وذهاب همومنا و غمومنا.
اللهمّ اقسم لنا من خشيتك ما تحول به بيننا وبين معصيتك ومن طاعتك ما تبلّغتا بها جنّتك ومن اليقين ما تهوّن علينا مصائب الدنيا، اللهمّ متّعنا باسماعنا وأبصارنا وقوّتنا ما أحييتنا واجله الوارث منّا واجعل ثارنا على من ظلمنا وانصرنا على من عادانا ولا تجعل مصيبتنا في ديننا ولاتجعل الدنبا أكبر همّنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلّط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا.يا أرحم الراحمين
ربّنا تقبّل منّا إنّك انت السميع العليم وتب علينا إنّك انت التوّاب الرحيم
ربّنا أتبا في الدنيا حسنة و في الأخرة وقنا عذاب النار.
عباد الله! اقيموا وجوهكم للدين حنفاء، واستعينوا بالصبر والصلاة، إنّ الصلاة تنهى عنّ الفحشاء والمنكر، وأنفقوا خيرا لأنفسكم، و الله يعلم ما تصنعون، واقيموا الصلاة
 !
Khutbah ini dinukil dari buku 10 Kuliah Agama Islam karya Dr. Adian Husaini dan disampaikan di Masjid Jami’ Darunnajah 2 Cipining Bogor pada Jum’at, 25 Jumadil Akhir 1438 H/ 24 Maret 2017 M oleh Muhlisin Ibnu Muhtarom.








أللهمّ صلّ على سيدنا و حبيبنا و قرّة أعيننا و مولانا محمّد
Napak Tilas Mujahadah Rasulullah Ke Gua Hira.
 
Sumber: http://darunnajah.com/khutbah-jumat-mari-bersyukur-dan-bangga-menjadi-seorang-muslim/


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Random Ayat

Asmaul Husna

Asmaul Husna

Tanggal Hijriah

Jadwal Shalat

Ramadhan 1439 H

VIVA.co.id

Berita – Eramuslim

Home

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Seorang anak lelaki yang masih dan terus belajar untuk menjadi ayah yang amanah, suami yang mengayomi dan guru yang memberi, serta al-faqir ilalloh yang berharap bisa memberi manfaat untuk tegaknya agama dan bersatunya ummat