MARI BERSYUKUR DAN BANGGA JADI MUSLIM!.

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضلّ له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لاإله إلاّ الله وحده لاشريك له وأشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله، لانبي خلفه ولا رسول بعده.
اللهمّ صلّ وسلّم على سيّدنا ومولانا محمّد وعلى أله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة.
أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرّجيم , بسم الله الرحمن الرحيم:
 يأيّها الذين أمنوا اتّقوا الله حقّ تقاته ولاتموتنّ إلاّ وأنتم مسلمون.
 يأيّها النّاس اتّقوا ربّكم الذى خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبثّ منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذى تساءلون به والأرحام إنّ الله كان عليكم رقيبا.
يأيّها الذين أمنوا اتّقوا الله وقولوا قولاسديدا، يصلح لكم أعمالكم و يغفرلكم ذنوبكم، ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما.
فإنّ أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمّد صلّى الله عليه وسلّم، وشرّ الأمورمحدثاتُها وكلَّ محدثة بدعة وكلّ بدعة ضلالة و كلّ ضلالة في النّار. أمّا بعد.

Hadirin sidang sholat Jum’at rahimakumullah!

Alhamdulillah, berkat rahmat, ma’unah dan iradah Allah ﷻ kita termasuk yang terpilih menjadi seorang yang beragama Islam. Pertanyaan pentingnya adalah sudahkan dengan penuh kesadaran dan penghayatan kita bersyukur dan bangga menjadi seorang muslim?. Khutbah berikut akan memaparkan beberapa alasan mengapa kita wajib bersyukur dan bangga jadi muslim.

Pertama, dari aspek nama agama bahwa Islam adalah nama sebuah agama yang diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah Muhammad

Dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 19 disebutkan

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”.

Masih di dalam surat Ali Imran, tepatnya pada ayat 85 juga disebutkan nama Islam sebagai agama yang diterima, adapaun selain Islam pasti akan tertolak:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Imam Nawawi dalam kitab haditsnya yang terkenal Al ‘Arba’in An Nawawiyah menyebutkan definisi Islam pada hadits kedua: “Islam adalah bahwasanya engkau bersaksi bahwa sesunguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah , engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, melakukan shaum Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah jika engkau berkemampuan melaksanakannya!”. (HR. Muslim).

Fakta menjelaskan bahwa di antara agama-agama yang ada, Islam adalah agama yang namanya secara khusus disebutkan dalam kitab sucinya. Adapun nama agama-agama selain Islam diberikan oleh para pengamat keagamaan atau oleh manusia, seperti agama Yahudi (Judaism), agama Katolik (Chatholicism), agama Protestan (Protestantism), agama Budha (Buddhism), agama Hindu (Hinduism), agama Khonghucu (Confucianism),  agama Shintho (Shintoism) dan sebagainya.

Kedua, Islam adalah agama wahyu yang final.

Islam memiliki ajaran-ajaran yang final, yang tidak tunduk oleh perubahan zaman, pergantian tempat dan budaya. Sudah lebih dari 1400 tahun tata-cara ibadah Sholat dalam Islam tidak berubah. Begitu pula cara ibadah haji, puasa, zakat dan sebagainya.

Dalam konsep Teologi, syahadat Islam tidak pernah berubah sepanjang zaman. Islam tidak mengenal perkembangan teologi dari teologi eksklusif, inklusif lalu pluralis. Sebab, konsep teologi Islam berdasarkan wahyu. Islam is not historical religion ( Islam bukan agama sejarah) yang konsep-konsep ritualnya mengikuti perkembangan sejarah. Islam is not cultural religion ( Islam bukan agama budaya) sebab Islam tidak tunduk oleh budaya, meskipun dalam Islam sangat memperhatikan aspek budaya dalam pelaksanaan ajaran-ajaranya.

Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud (pakar pendidikan dan pemikiran Islam) menyjelaskan bahwa ajaran-ajaran Islam bersifat ‘dynamic stabilism”. Maksudnya ada ajaran-ajaran yang tetap  (qath’i dan ‘ashalah) dan ada ajaran yang bisa berubah yang bersifat dzanniy dan ijtihadiyah furu’iyyah.

Dalam bukunya The Prolegomena to the Metaphysics of Islam, Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas (pakar pendidikan dan pemikiran Islam) menegaskan konsep Islam yang notabene agama wahyu sebagai the only genuin revelead religion (satu-satunya agama Wahyu yang asli).
Hadirin, jama’ah Sholat Jum’at a’azzakumullah!

Ketiga, Islam mempunyai model teladan yang abadi (uswah hasanah).

Adalah Rasulullah Muhammad ﷺ sebagai model abadi dan suri tauladan dalam ucapan, tindakan, perasaan serta fikiran. Kita bisa meniru Rasulullah Muhammad ﷺdalam segala aspek kehidupan: mulai dari adab bangun tidur, masuk kamar mandi, memakai pakaian, memulai dan mengakhiri makan, sampai cara berdagang, memimpin perang, memimpin keluarga, memimpin negara dan sebagainya.

Hal tersebut sangat istimewa dan khas Islam. Kita wajib mensyukuri karena dalam menjalankan ajaran agama Islam dan roda kehidupan ini sudah ada panduan dan panutan sebagai utusan Allah ﷻ dan tidak perlu meraba-raba dalam kegelapan serta bersepekulasi. Silahkan diteiliti, apakah ada agama selain Islam yang meiliki contoh sangat lengkap seperti Rasulullah Muhammad ﷺ. Uniknya, Rasulullah mulia senantiasa namanya disebut dan dido’akan.

Allah ﷻ menjelaskan dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Hanya umat Islam-lah yang kini tetap memegang teguh konsep ‘uswah hasanah’ terhadap seorang nabi. Mulai bangun tidur hingga tidur lagi, umat Islam berusaha meneladani Nabi Muhammad ﷺ, karena memang beliau adalah contoh tauladan yang lengkap dan paripurna. Konsep uswah hasanah Islam ini tidak mungkin diikuti oleh kaum Yahudi, Kristen, Hindu, Budha, Komunis, atau kaum Sekuler barat. Kaum komunis tidak akan menjadikan Karl Marx sebagai suri tauladan dalam seluruh aspek kehidupan mereka, antara lain karena memang ia dikenal sebagai seorang pemabuk dan jarang mandi seperti yang ditulis oleh Paul Johson dalam bukunya Intellectuals, terbitan New York, Harper&Row Publisher, 1998.

Untuk mengkaji lebih dalam dan detail tentang sejarah kehidupan Rasulullah Muhammad ﷺ, khatib merekomendasikan beberapa buku bacaan yang bagus, antara lain: Ar Rahiqul Makhtum, asy-Syamail Muhammadiyah atau Yaumun Fii Baiti Rasulillah (Sehari di Rumah Rasulullah).

Keempat, nama dan konsep Tuhan dalam Islam bersifat autentik dan final. 

Prof.  Syed Muhammad Naquib al Attas menjelaskan bahwa nama dan konsep Tuhan dalam Islam dirumuskan berdasarkan wahyu Al Qur’an yang autentik dan final. Konsep Tuhan dalam Islam memiliki sifat khas yang tidak sama dengan konsepsi Tuhan dalam agama-agama lain, tidak sama dengan konsep Tuhan dalam tradisi filsafat Yunani, tidak sama dengan konsep Tuhan dalam filsafat barat modern ataupun dalam tradisi mistik barat dan timur.

Dalam Islam Tuhan dikenal dengan nama Allah ﷻ sebagaimana dikenalkan langsung oleh Allah ﷻ dalam Al Qur’an, antara lain dalam surat Thaha ayat 14:

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku!”.

Dalam hal nama dan konsep Tuhan ini, kita sebagai muslim tidak melakukan ‘spekulasi filosofis’ sebagaimana yang dialami oleh agama lain, seperti spekulasi tentang nama Tuhan oleh kaum Yahudi: dalam konsep Judaism, nama Tuhan tidak dapat diketahui dengan pasti. Kaum Yahudi modern hanya menduga-duga bahwa nama Tuhan mereka adalah Yahweh. The Concise Oxford Dictionary of World Religions menjelaskan ‘Yahweh’ sebagai The God Of Judaism as the tetagrammaton YHWH, may have been pronounced. By the orthodox and many other jews, God’s name is never articulated, least of all in the jewish liturgy!”. Intinya bahwa penyebutan YAHWEH adalah upaya pembacaan tetagram kuno uruf YHWH , hal mana orang Yahudi kuno umumnya tidak pernah menyebutkan nama Tuhan mereka dengan pasti.

Spekulasi Yahudi tetang nama Tuhan ini kemudian berdampak pada konsepsi Kristen tentang nama Tuhan mereka yang bermacam-macam dan beragam sesuai dengan tradisi dan budaya setempat. Misalnya di Timur Tengah, kaum Kristen menyebut Tuhan mereka “Alloh” sama dengan orang Islam, di Indonesia mereka melafadzkan nama Tuhan mereka jadi “Allah”, hal mana penyebutan ini dilarang di Malaysia dan di Barat mereka menyebut Tuhan dengan “God” atau ‘Lord”.

Ikhwani Fillah!

Kelima, Islam adalah agama yang telah terbukti mampu menjelmakan peradaban yang agung dalam sejarah.

Islam bukan hanya konsep yang utopia atau angan-angan di atas kertas belaka. Keagungan peradaban Islam pernah ditulis, misalnya,oleh sejarawan Irlandia yang bernama Tim Wallace Murphy melalui bukunya yang berjudul What Islam Did For Us: Understanding Islam’s Contribution to Western Civilization / Apa yang Telah Islam Lakukan Untuk Kita: Sebuah Pemahaman Betapa Besar Peranan Islam Terhadap Peradaban Barat (London: Watkins Publishing, 2006). Bahkan dalam salah-satu babnya, buku ini menulis judul: “The West debt to Islam” (Barat Berhutang Terhadap Islam).

Menurut penulis buku tersebut, hutang dunia Barat terhadap Islam adalah hal yang tidak ternilai harganya. Ia menulis; even the brief study of history revelead in these pages demonstrates that European culture owes an immense and immeasurable debt to the world of Islam”. Ia juga menulis bahwa dunia Barat menanggung hutang kepada Islam yang tidak akan pernah lunas terbayarkan. Tulisnya: “We in the West owe a debt to the Muslim world that can be never fully repaid!”.

Di mana letak hutang budi Barat terhadap Islam?. Yaitu sekitar abad 4 sampai abad ke 14, ketika Dunia Barat terkenal sebagai zaman pertengahan (the middle ages) yaitu satu zaman yang oleh orang Eropa disebut Zaman Kegelapan (the dark Ages of Europe) di mana mereka tertinggal jauh sekitar 600 tahun dengan peradaban Islam yang sedang berkembang  antara lain di Andalusia (Spanyol). Akhirnya Barat banyak belajar kepada Islam dan terjadi transfer ilmu pengetahuan dari para ilmuwan muslim ke dunia Barat lewat proyek penerjemahan besar-besaran.

Tidak hanya dalam proyek penerjemahan secara masif yang dilakukan oleh Barat. Dalam pendidikan Perguruan Tinggi seperti Oxford University yang berdiri pada tahun 1263 dan Cambridge University tidak lama setelah itu, juga menjiplak model kampus-kampus ternama di Andalusia. Kampus-kampus semacam ini kemudian bermunculan di daratan Eropa.

Sebagai contoh dahsyatnya proyek penerjemahan waktu itu, ada seorang penerjemah yang sangat fenomenal bernama Gerard of Cremona. Selama hampir 50 tahun ia tinggal di Toledo (1140-1187) dan berhasil menerjemahkan 90 buku dari bahasa Arab ke bahasa Latin; separuh lebih berkaitan dengan Matematika, Astronomi, dan bidang Sains lainnya, sepertiga berkaitan dengan kedokteran dan selebihnya terkait Filsafat dan logika. Pada akhirnya, bidang-bidang inilah yang memberikan fondasi bagi munculnya renaissance (kelahiran) kembali peradaban barat di Eropa pada abad ke 12 dan 13.

Al Qur’an sebagai way of life muslim juga sangat memperhatikan semangat majunya peradaban. Antara lain Allah ﷻ berfirman dalam surat Ar Rahman ayat 33 yang memacu dan memicu agar orang Islam belajar ilmu Antariksa ( tentang luar angkasa):

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ فَانْفُذُوا لا تَنْفُذُونَ إِلا بِسُلْطَانٍ

“Hai seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”

Ikhwatal Iman!
Demikianlah sebagian paparan mengapa kita wajib bersyukur dan bangga menjadi seorang muslim. Sebagai penutup khutbah ini, khatib ingin menukil sebuah catatan sejarah yang menegaskan pentingnya kesungguhan pelaksanaan ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan sebagai bentuk kesyukuran dan kebanggaan kita karena telah terpilih menjadi muslim. Karena jika tidak demikian, ma’adzallah, bisa jadi sejarah hitam ini terulang lagi di masa kini ataupun yang akan datang nanti.

Pada tahun 1492, jatuhlah benteng terakhir umat Islam di Granada. Tidak lama kemudian, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella mengeluarkan Edict of Expel (perintah pengusiran) kepada kaum Muslim Spanyol (Andalusia). Jutaan muslim mengalami ujian keimanan yang sangat berat. Mereka diberikan tiga pilihan yang sangat sulit: pertama, masuk kristen secara paksa (ataupun sukarela), kedua, keluar dari Spanyol dengan meninggalkan harta benda mereka, ketiga, jika tidak memilih yang pertama atau kedua maka akan dibunuh. Maka ratusan ribu muslim terpaksa masuk Kristen dan dibaptis secara paksa. Dalam sejarah, mereka dikenal dengan sebutan Moricos. Mereka diawasi secara ketat agar jangan samapai melaksanakan ajaran Islam secara diam-diam. Mereka yang ketahuan masih mengkhitankan anaknya, mengubur jenazah secara Islam, atau menyimpan Al Qur’an maka tak ayal lagi akan menemui nasib tragis; diseret ke Mahkamah Inquisisi dan dihukum berat, bahkan dihukum mati. Na’udzubillahi min dzalik!.

بارك الله لي ولكم في القرأن الكريم ونفعني وايّاكم بما فيه من الايات و الذكر الحكيم, تقبّل الله منّي و منكم تلاوته
انّه هو السميع العليم
 Khutbah kedua:

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحقّ ليظهره على الدين كلّه وكفى بالله شهيدا، فمن يرد الله أن يهديه يشرح صدره للإسلام فمن يرد أن يضلّه يجعل صدره ضيّقا حرجا كأنّما يصعّد في السماء.
.أشهد أن لاإله إلا الله خالق العالم، وأشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله خير الأنام.
 اللهم صلّ على محمّد عبد ك ونبيّك ورسولك النبي الأمي وعلى أله وصحبه وسلم تسليما عد د ما أحاط به علمك وخّط به قلمك واحصاه كتابك وارض اللهم عن ساداتنا أبي بكر الصدّيق وعمر بن الخطّاب الفارق وعثمان بن عفّان ذي النورين وعلي بن ابي طالب كرّم الله وجهه وعن الصحابة أجمعين وعن التابعين وتابعيهم بإحسان إلى يوم الد ين، يوم لا ينفع مال ولا بنون إلا من أتى الله بقلب سليم. صبج ليس بعده مساء ومساء ليس يليه صبح.
أما بعد,فيا إخوة الإيمان، اتقواالله حقّ تقاته ولا تموتنّ إلاّ و أنتم مسلمون، وتزوّدوا فإنّ خير الزاد التقوى.
إنّ الله وملائكته يصلّون على النبى، يأيّها الذين أمنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما. أللهمّ صلّ و سلّم وبارك على محمّد وعلى أله، وارض اللهمّ عن كلّ صحابة رسول الله أجمعين.
اللهمّ اغفر للمؤمنين والمؤمنات، والمسلمين والمسلمات، الأحياء منهم والأموات، إنّك سميع قريب مجيب الدعوات، يا قاضي الحاجات.
اللهمّ إنّك تعلم أنّ هذه القلوب قد اجتمعت على محبّتك، والتقت على طاعتك وتوحّدت على دعوتك وتعاهدت على نصرة شريعتك، فوثّق اللهمّ رابطتها و أدم ودّها واهدها سبلها واملأها بنورك الذى لا يخبو، واشرح صدورها بفيض الإيمان بك وجميل التوكّل عليك، و احيها بمعرفتك و أمّتها على الشهادة في سبيلك، إنّك نعم المولى ونعم النصير.
اللهم إنّا عبيدك بنو عبيدك بنو إمائك، نواصينا بيدك ماض فينا حكمك، عدل فينا قضائك، نسألك اللهمّ بكلّ اسم هو لك، سمّيت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو علّمته أحدا من خلقك أو استأثرت في علم الغيب عندك، أن تجعل القرأن ربيع قلوبنا ونور صدورنا وجلاء أحزاننا وذهاب همومنا و غمومنا.
اللهمّ اقسم لنا من خشيتك ما تحول به بيننا وبين معصيتك ومن طاعتك ما تبلّغتا بها جنّتك ومن اليقين ما تهوّن علينا مصائب الدنيا، اللهمّ متّعنا باسماعنا وأبصارنا وقوّتنا ما أحييتنا واجله الوارث منّا واجعل ثارنا على من ظلمنا وانصرنا على من عادانا ولا تجعل مصيبتنا في ديننا ولاتجعل الدنبا أكبر همّنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلّط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا.يا أرحم الراحمين
ربّنا تقبّل منّا إنّك انت السميع العليم وتب علينا إنّك انت التوّاب الرحيم
ربّنا أتبا في الدنيا حسنة و في الأخرة وقنا عذاب النار.
عباد الله! اقيموا وجوهكم للدين حنفاء، واستعينوا بالصبر والصلاة، إنّ الصلاة تنهى عنّ الفحشاء والمنكر، وأنفقوا خيرا لأنفسكم، و الله يعلم ما تصنعون، واقيموا الصلاة
 !
Khutbah ini dinukil dari buku 10 Kuliah Agama Islam karya Dr. Adian Husaini dan disampaikan di Masjid Jami’ Darunnajah 2 Cipining Bogor pada Jum’at, 25 Jumadil Akhir 1438 H/ 24 Maret 2017 M oleh Muhlisin Ibnu Muhtarom.








أللهمّ صلّ على سيدنا و حبيبنا و قرّة أعيننا و مولانا محمّد
Napak Tilas Mujahadah Rasulullah Ke Gua Hira.
 
Sumber: http://darunnajah.com/khutbah-jumat-mari-bersyukur-dan-bangga-menjadi-seorang-muslim/


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia­-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.”

*Qs. At-Taubah: 75*

Maka setelah Allah memberi­kan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi(kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta. Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang gaib?

Allah Swt. menjelaskan bahwa di antara orang-orang munafik itu terdapat seseorang yang telah memberikan janji dan ikrarnya kepada Allah dengan pernyataan, "Jika Allah memberinya kecukupan dari karunia-Nya, niscaya dia benar-benar akan menyedekahkan sebagian dari hartanya, dan niscaya dia benar-benar akan termasuk orang-orang yang saleh." Akan tetapi, dia tidak memenuhi janji yang telah diucap­kannya itu, tidak pula menepati apa yang telah diikrarkannya. Maka Allah menimpakan kepada orang-orang seperti itu sebagai akibat dari perbuatannya sifat kemunafikan yang menetap dalam hatinya hingga hari mereka menghadap kepada Allah Swt. pada hari kiamat nanti, semoga Allah melindungi kita dari hal seperti ini.

Kebanyakan ulama tafsir, antara lain Ibnu Abbas dan Al-Hasan Al-Basri, menyebutkan bahwa ayat yang mulia ini diturunkan berkenaan dengan sikap Sa'labah ibnu Hatib Al-Ansari.

Sehubungan dengannya telah disebutkan oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsir ayat ini, juga oleh Ibnu Abu Hatim, melalui hadis yang diriwayatkan oleh Ma'an ibnu Rifa'ah, dari Ali ibnu Yazid, dari Abu Abdur Rahman Al-Qasim ibnu Abdur Rahman maula Abdur Rahman ibnu Yazid ibnu Mu'awiyah, dari Abu Umamah Al-Bahili, dari Sa'labah ibnu Hatib Al-Ansari yang telah berkata kepada Rasulullah, "Doakanlah kepada Allah, semoga Dia memberiku rezeki harta benda." Rasulullah Saw. bersabda, "Celakalah kamu, hai Sa'labah. Sedikit rezeki yang engkau tunaikan syukurnya adalah lebih baik daripada rezeki banyak yang kamu tidak mampu mensyukurinya."

Kemudian di lain kesempatan Sa'labah memohon lagi. Maka Rasul Saw. bersabda, "Tidakkah kamu puas bila kamu meniru jejak Nabi Allah? Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, seandainya aku menghendaki agar gunung-gunung itu berubah menjadi emas dan perak untukku, niscaya akan berubah menjadi emas dan perak."

Sa'labah berkata.”Demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, jika engkau berdoa kepada Allah dan Allah memberiku rezeki harta yang banyak, sungguh aku akan memberikan kepada orang yang berhak bagiannya masing-masing." Maka Rasulullah Saw. berdoa, "Ya Allah, berilah Sa'labah rezeki harta yang banyak."

Perawi melanjutkan kisahnya, "Lalu Sa'labah mengambil seekor kambing betina, maka kambing itu berkembang dengan cepat seperti berkembangnya ulat. sehingga kota Madinah penuh sesak dengan kambingnya.

Lalu Sa'labah ke luar dari kota Madinah dan tinggal di sebuah lembah yang ada di pinggiran kota Madinah, sehingga ia hanya dapat menunaikan salat berjamaah pada salat Lohor dan Asar saja, sedangkan salat-salat lainnya tidak.

Kemudian ternak kambingnya berkembang terus hingga makin bertambah banyak, lalu ia menjauh lagi dari Madinah, sehingga tidak pernah salat berjamaah lagi kecuali hanya salat Jumat.

Lama-kelamaan kambingnya terus bertambah banyak dan ber­kembang dengan cepat sebagaimana ulat berkembang, akhirnya salat Jumat pun ia tinggalkan. Dan ia hanya dapat menghadang para pe­ngendara di hari Jumat untuk menanyakan kepada mereka tentang berita Madinah.

Maka Rasulullah Saw. bersabda, 'Apakah yang telah dilakukan oleh Sa'labah?' Mereka menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah memelihara ternak kambing, hingga kota Madinah penuh dengan ternaknya.' Lalu diceritakan kepada Nabi Saw. semua yang dialami oleh Sa'labah. Maka Rasulullah Saw. bersabda, 'Celakalah Sa'labah, celakalah Sa'labah, celakalah Sa'labah.' Dan Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 'Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. (At-Taubah: 103), hingga akhir ayat.' Ayat ini diturunkan berkenaan dengan fardu zakat.

Maka Rasulullah Saw. mengirimkan dua orang lelaki untuk me­mungut zakat dari kaum muslim; yang seorang dari kalangan Juhainah, sedangkan yang lainnya dari kalangan Salim. Kemudian Rasul Saw. menyerahkan sepucuk surat kepada keduanya yang di dalamnya tertera bagaimana caranya memungut zakat harta dari kaum muslim. Dan Rasulullah Saw. berpesan kepada keduanya, 'Mampirlah kalian berdua kepada Sa'labah dan Fulan—seorang lelaki dari kalangan Bani Salim— dan ambillah zakat dari keduanya.'

Kedua utusan itu berangkat hingga keduanya sampai di rumah Sa'labah, lalu keduanya meminta zakat dari Sa'labah seraya mem­bacakan surat Rasulullah Saw. kepadanya. Tetapi Sa'labah menjawab, 'Ini tiada lain sama denganjizyah (upeti), ini tiada lain sejenis denganjizyah, saya tidak mengerti apa-apaan ini? Sekarang pergilah dahulu kalian berdua hingga selesai dari tugas kalian, lalu kembalilah kalian kepadaku.'

Kedua utusan itu pergi melanjutkan tugasnya, dan ketika orang dari Bani Salim yang dituju oleh keduanya mendengar kedatangan keduanya, maka ia memeriksa ternak untanya yang paling unggul, lalu ia pisahkan dari yang lainnya untuk zakat. Setelah itu ia datang menyambut kedatangan keduanya seraya membawa ternak pilihannya itu.

Ketika kedua utusan itu melihat ternak unggul itu, mereka berdua berkata, 'Kamu tidak diwajibkan memberikan yang jenis ini, dan kami tidak bermaksud mengambil jenis ini darimu.' Lelaki dari Bani Salim itu menjawab, 'Memang benar, tetapi ambillah ini, karena sesungguhnya saya berikan ini dengan sukarela, dan sesungguhnya saya telah mem­persiapkannya untuk zakat."

Maka kedua utusan itu terpaksa menerimanya, lalu pergi melanjut­kan tugasnya memungut zakat dari kaum muslim. Setelah selesai, keduanya kembali kepada Sa'labah, dan Sa'labah berkata, 'Perlihatkanlah kepadaku surat kalian berdua." Lalu Sa'labah membacanya, sesudahnya ia berkata, 'Ini tiada lain sama dengan jizyah, ini adalah sejenis jizyah. Pergilah kalian berdua, nanti aku akan berpikir terlebih dahulu.'

Keduanya pergi, kemudian langsung menghadap Nabi Saw. Ketika Nabi Saw. melihat keduanya, maka beliau bersabda,'Celakalah Sa'labah,' padahal keduanya belum bercerita kepadanya. Lalu Nabi Saw. mendoa­kan keberkahan untuk lelaki dari kalangan Bani Salim (yang telah menunaikan zakatnya itui. Kemudian keduanya menceritakan kepada Nabi Saw. tentang apa yang dilakukan oleh Sa'labah dan apa yang dilakukan oleh lelaki dan Bani Salim. Dan Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia­nya kepada kami. pastilah kami akan bersedekah.”(At-Taubah: 75), hingga akhir ayat.

Saat itu di hadapan Rasulullah Saw. terdapat seorang lelaki dari kalangan kerabat Sa'labah dan ia mendengar tentang hal tersebut. Maka ia pergi dan mendatangi Sa'labah, lalu berkata kepadanya, 'Celakalah engkau, hai Sa'labah, sesungguhnya Allah telah menurunkan wahyu anu dan anu mengenai dirimu."

Maka dengan serta merta Sa'labah berangkat hingga sampai kepada Nabi Saw., lalu meminta kepada Nabi Saw. agar mau menerima zakat­nya. Tetapi Nabi Saw. bersabda: Sesungguhnya Allah telah melarang aku untuk menerima zakat darimu.

Maka Sa'labah meraupkan debu ke kepalanya (sebagai ungkapan penye­salannya). Lalu Rasulullah Saw. bersabda: Ini adalah balasan amal perbuatanmu. Aku telah memerintah­kannya kepadamu, tetapi kamu tidak menaatinya.

Setelah Rasulullah Saw. menolak zakatnya, maka ia kembali ke rumah­nya, dan Rasulullah Saw. wafat tanpa menerima suatu zakat pun darinya.

Kemudian Sa'labah datang kepada Abu Bakar r.a. ketika menjadi khalifah, lalu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya engkau telah menge­tahui kedudukanku di sisi Rasulullah dan kedudukanku di kalangan orang-orang Ansar, maka terimalah zakatku ini.' Abu Bakar berkata, 'Rasulullah Saw. tidak mau menerimanya darimu (lalu bagaimana aku mau menerimanya darimu)." Abu Bakar menolak dan tidak mau menerimanya. Dan Abu Bakar wafat tanpa mau menerima zakat darinya.

Ketika Umar r.a. menjadi khalifah, Sa'labah datang kepadanya dan berkata, 'Wahai Amirul Mu’minin, terimalah zakatku ini.' Tetapi Umar r.a. menjawab, 'Rasulullah Saw. tidak mau menerimanya, demi­kian pula Abu Bakar. Lalu bagaimana aku dapat menerimanya?' Khalifah Umar r.a. wafat tanpa mau menerimanya.

Dan di saat Usman menjabat sebagai khalifah, Sa'labah datang kepadanya dan berkata, 'Terimalah zakatku ini.' Khalifah Usman menjawab, 'Rasulullah Saw. tidak mau menerimanya, begitu pula Abu Bakar dan Umar, maka mana mungkin aku dapat menerimanya darimu?' Khalifah Usman tidak mau menerima zakatnya pula, dan akhirnya Sa'labah mati di masa pemerintahan Khalifah Usman."



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Nama ebook: Biografi Ulama Ahlul Hadits
Penyusun: Ahlul Hadiits.wordpress.com
Format File: chm, ukuran file: 624,4 kb
Pengantar:
Alhamdulillah.., berikut adalah ebook yang menyajikan Biografi para Ulama Ahlul Hadits, dari zaman sahabat hingga Abad 14 Hijriyah yang masyhur secara ringkas yaitu:
1. Khalifah ar-Rasyidin :

Abu Bakr Ash-Shiddiq
Umar bin Al-Khaththab
Utsman bin Affan
Ali bin Abi Thalib

2. Al-Abadillah :

Ibnu Umar
Ibnu Abbas
Ibnu Az-Zubair
Ibnu Amr
Ibnu Mas’ud
Aisyah binti Abubakar
Ummu Salamah
Zainab bint Jahsy
Anas bin Malik
Zaid bin Tsabit
Abu Hurairah
Jabir bin Abdillah
Abu Sa’id Al-Khudri
Mu’adz bin Jabal
Abu Dzarr al-Ghifari
Sa’ad bin Abi Waqqash
Abu Darda’

3. Para Tabi’in :

Sa’id bin Al-Musayyab wafat 90 H
Urwah bin Zubair wafat 99 H
Sa’id bin Jubair wafat 95 H
Ali bin Al-Husain Zainal Abidin wafat 93 H
Muhammad bin Al-Hanafiyah wafat 80 H
Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud wafat 94 H
Salim bin Abdullah bin Umar wafat 106 H
Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq
Al-Hasan Al-Bashri wafat 110 H
Muhammad bin Sirin wafat 110 H
Umar bin Abdul Aziz wafat 101 H
Nafi’ bin Hurmuz wafat 117 H
Muhammad bin Syihab Az-Zuhri wafat 125 H
Ikrimah wafat 105 H
Asy Sya’by wafat 104 H
Ibrahim an-Nakha’iy wafat 96 H
Alqamah wafat 62 H

4. Para Tabi’ut tabi’in :

Malik bin Anas wafat 179 H
Al-Auza’i wafat 157 H
Sufyan bin Said Ats-Tsauri wafat 161 H
Sufyan bin Uyainah wafat 193 H
Al-Laits bin Sa’ad wafat 175 H
Syu’bah ibn A-Hajjaj wafat 160 H
Abu Hanifah An-Nu’man wafat 150 H

5. Atba’ Tabi’it Tabi’in : Setelah para tabi’ut tabi’in:

Abdullah bin Al-Mubarak wafat 181 H
Waki’ bin Al-Jarrah wafat 197 H
Abdurrahman bin Mahdy wafat 198 H
Yahya bin Sa’id Al-Qaththan wafat 198 H
 Imam Syafi’i wafat 204 H

6. Murid-Murid atba’ Tabi’it Tabi’in :

Ahmad bin Hambal wafat 241 H
Yahya bin Ma’in wafat 233 H
Ali bin Al-Madini wafat 234 H
Abu Bakar bin Abi Syaibah Wafat 235 H
Ibnu Rahawaih Wafat 238 H
Ibnu Qutaibah Wafat 236 H

7. Kemudian murid-muridnya seperti:

Al-Bukhari wafat 256 H
Muslim wafat 271 H
Ibnu Majah wafat 273 H
Abu Hatim wafat 277 H
Abu Zur’ah wafat 264 H
Abu Dawud wafat 275 H
At-Tirmidzi wafat 279
An Nasa’i wafat 234 H

8. Generasi berikutnya : orang-orang generasi berikutnya yang berjalan di jalan mereka adalah:

Ibnu Jarir ath Thabary wafat 310 H
Ibnu Khuzaimah wafat 311 H
Muhammad Ibn Sa’ad wafat 230 H
Ad-Daruquthni wafat 385 H
Ath-Thahawi wafat 321 H
Al-Ajurri wafat 360 H
Ibnu Hibban wafat 342 H
Ath Thabarany wafat 360 H
Al-Hakim An-Naisaburi wafat 405 H
Al-Lalika’i wafat 416 H
Al-Baihaqi wafat 458 H
Al-Khathib Al-Baghdadi wafat 463 H
Ibnu Qudamah Al Maqdisi wafat 620 H

9. Murid-Murid Mereka :

Ibnu Taimiyah wafat 728 H
Imam Adz-Dzahabi (wafat 748 H)
Imam Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah (wafat 751 H)
Ibnu Katsir wafat 774 H

10. Ulama Generasi Akhir :

Muhammad bin Abdul Wahhab wafat 1206 H
Muhammad Shiddiq Hasan Khan wafat 1307 H
Ahmad Syakir wafat 1377 H
Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh wafat 1389 H
Muhammad Amin Asy-Syinqithi wafat 1393 H
Muhammad Nashiruddin Al-Albani wafat 1420 H
Abdul Aziz bin Abdillah Baz wafat 1420 H
Hammad Al-Anshari wafat 1418 H
Hamud At-Tuwaijiri wafat 1413 H
Muhammad Al-Jami wafat 1416 H
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin wafat 1423 H
Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i wafat 1423 H
Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidhahullah
Abdul Muhsin Al-Abbad hafidhahullah
Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah.

Silakan klik disini untuk mendownload ebooknya (dalam format chm)

Info selengkapnya silakan klik: http://ibnumajjah.com/2010/06/21/biografi-ulama-ahlul-hadits/#more-839


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Nama eBook: Kriteria Makanan Halal dan Haram
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawas, Lc, MA حفظه الله
Kita memuji Allah Azza wa Jalla dan bersyukur kepada-Nya, kemudian kita haturkan shalawat beserta salam kepada nabi kita Muhammad, para keluarga, sahabat dan umatnya yang mengikuti mereka dengan baik, amma ba’du
Di dalam Al-Quran Al-Karim Allah عزّوجلّ memerintahkan seluruh hamba-Nya yang beriman dan yang kafir agar mereka makan makanan yang baik lagi halal, sebagaimana firman-Nya:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 168).
Umumnya makanan yang sering dikonsumsi manusia ada dua jenis, yaitu:
  1. Makanan selain binatang (nabati), terdiri dari biji-bijian, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, benda-benda (roti, kue dan sejenisnya), dan yang berupa cairan (air dengan semua bentuknya)
  2. Binatang (hewani), yang terdiri dari binatang darat dan binatang air
Binatang darat ada dua macam:
  1. Jinak, yaitu semua hewan yang hidup di sekitar manusia dan diberi makan oleh manusia, seperti: hewan ternak (Onta, sapi, kambing, ayam, bebek, dan semisalnya).
  2. Liar, yaitu semua hewan yang tinggal jauh dari manusia dan tidak diberi makan oleh manusia, baik dia buas maupun tidak. Seperti: Singa, serigala, ayam hutan, kuda liar dan sejenisnya.
Binatang air juga terbagi dua macam:
  1. Binatang yang hidup di air yang jika dia keluar darinya akan segera mati, contohnya adalah ikan dan yang sejenisnya
  2. Binatang yang hidup di dua alam, seperti buaya dan kepiting.
Pertanyaannya dari sekian banyak makanan tersebut manakah makanan yang halal dan mana pula yang haram? karena sebagai seorang muslim makanan bukan sekedar pengisi perut dan penyehat badan saja, sehingga diusahakan harus sehat dan bergizi, tetapi di samping itu juga harus halal, temukan jawabannya dalam eBook ini dan semoga bermanfaat…

Silakan klik disini untuk mendownload ebooknya (dalam format chm) 




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Alhamdulillah, kita memuji Allah Rabb semesta alam, kemudian shalawat dan salam bagi nabi kita yang mulia Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang mana ucapan, perbuatan dan persetujuan beliau merupakan sumber syariat Islam yang dengannya selamatlah kita pada kehidupan dunia dan akhirat, amma ba’du:
Beberapa tahun yang lalu telah kita share ebook Bulughul Marom versi 2 dan 3 yang di-compile oleh Dani Hidayat, kemudian beliau melakukan perbaikan ebook tersebut sampai ke versi 4.1.7 dan inilah yang kita share dikesempatan ini.
Kitab Bulughul Marom karya Imam Ibnu Hajar al-Asqalani adalah kitab yang mengandung banyak manfaat, sebagai buktinya dari zaman dahulu sampai sekarang kitab ini tidak lepas dari perhatian ulama dan para penuntut ilmu, dengan mempelajari dan mengambil manfaat darinya.
Kitab ini terdiri dari 16 kitab mulai dari Kitab Taharah sampai Kitab al-Jami’, tiap kitab terdiri dari beberapa bab dengan jumlah hadits yang bervariasi tiap bab-nya, secara keseluruhan hadits dalam kitab ini 1.596.
Semoga Allah merahmati Imam Ibnu Hajar dan orang-orang yang berjasa dalam kitab beliau ini sampai ketangan kita dan anak cucu kita nantinya…

Silakan klik disini untuk mendownloadnya (file dalam format chm) 



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Alhamdulillah, kita memuji Allah dengan pujian yang tiada henti, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit. Amma ba’du:
Telah kita posting eBooks Haji dan Umroh dalam file CHM yang mana isinya terdiri dari 17 eBooks,

 Silkan klik disini untuk mendownloadnya (file dalam bentuk chm)

Info selengkapnya silakan klik: http://ibnumajjah.com/2017/07/31/ebooks-haji-dan-umroh-pdf-doc-chm-dan-djvu/


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
الْـحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ
Kitab Arba’in Nawawiyyah yang ditulis Imam an-Nawawi rahimahullah adalah sebuah kitab yang penuh berkah, yang banyak dihafalkan, dikaji dan disyarah para ulama, ini karena keikhlasan beliau dan isinya merupakan hadits-hadits fondasi Islam, sehingga beliau memberi nama kitabnya ini dengan judul al-Arba’in fi Mabanil Islam wa Qawa’idil Ahkaam (40 Hadits Tentang Fondasi Islam dan Landasan Hukum).
Kami telah lama men-share beberapa matan Arbai’in an-Nawawi, selanjutnya pada kesempatan ini kami share:
  1. Ringkasan syarah kitab ini dalam bahasa kita yakni Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi – Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh yang disusun Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam (Staf Pengajar Ma’had Ihyaus Sunnah, Tasikmalaya) yang ter-compile dalam HaditsWeb 7.0,
  2. Sumber dari eBook seperti dikatakan peng-compile HaditsWeb 7.0 adalah muslim.or.id, kami mencoba untuk menyelusurinya namun kami tidak menjumpainya lagi, mungkin telah dihapus dari www.muslim.or.id,
  3. Ebook ini pada HaditsWeb 7.0 tanpa teks hadits dalam bahasa arab dan tidak menjelaskan status hadits,
  4. Kami menambahkan teks arab haditsnya dari software salafiDB,
  5. Status hadits kami ambil dari catatan kaki Matan Hadits Arba’in terbitan Pustaka Ibnu Umar yang mengambilnya dari al-Maktabah asy-Syamilah, khusus hadits ke-30 kami tambahkan komentar akan status hadits tersebut,
  6. Kami men-share eBook ini dalam format PDF, DOC dan CHM.
Kami berharap, apa yang kami perbuat pada eBook ini membuatnya lebih baik dan lebih mudah dimanfaatkan oleh kaum muslimin, amin…
Link download silakan klik disini (file dalam format chm)

(tanpa ada editan sama sekali)


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Random Ayat

Asmaul Husna

Asmaul Husna

Tanggal Hijriah

Jadwal Shalat

Ramadhan 1439 H

VIVA.co.id

Berita – Eramuslim

Home

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Seorang anak lelaki yang masih dan terus belajar untuk menjadi ayah yang amanah, suami yang mengayomi dan guru yang memberi, serta al-faqir ilalloh yang berharap bisa memberi manfaat untuk tegaknya agama dan bersatunya ummat